01 September 2026 - Oleh

Kategori :

Buka Bulan Kitab Suci Nasional 2026, CM UNWIRA Ajak Civitas Academica Hidup dalam Sabda Allah


UNWIRA – Menandai pembukaan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 yang dimulai pada 1 September, Campus Ministry (CM) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menggelar perarakan dan pentahtaan Kitab Suci di lobi Gedung Rektorat.

Mengusung tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”, kegiatan ini melibatkan seluruh Civitas Academica UNWIRA. 

Perarakan dimulai dari Patung St. Arnoldus Janssen dan bergerak menuju dua titik perhentian, yakni di depan Fakultas Administrasi Publik dan Gedung Rektorat. Pada setiap perhentian, peserta diajak mendengarkan pembacaan Injil dan Mazmur, melakukan perenungan, serta menyampaikan ujud pribadi. Seluruh rangkaian berlangsung sekitar satu jam dalam suasana khidmat.

Koordinator CM, Pater Hironimus Dae Soro, SVD., menegaskan bahwa kegiatan yang menjadi program baru CM tahun ini tersebut tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan. Perarakan dan pentahtaan Kitab Suci menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya Sabda Allah dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kehidupan sosial, pekerjaan, dan kegiatan akademik di lingkungan kampus.

“Ini bukan sekadar perayaan ritual semata, melainkan satu bentuk kesadaran kita akan pentingnya Sabda Allah dalam kehidupan bersama, baik dalam dunia sosial, pergaulan, pekerjaan, dan kegiatan akademik,” ungkap Pater Roni.

Baca Juga: 1.679 Mahasiswa Baru UNWIRA Ikuti PKKMB, Awali Perjalanan Akademik dengan Semangat “Learn, Create, and Impact”

Perarakan dan pentahtaan Kitab Suci menjadi pembuka rangkaian kegiatan CM sepanjang Bulan Kitab Suci Nasional. Setiap Sabtu, mahasiswa dan pegawai akan diajak mengikuti sharing Kitab Suci secara berkelompok. Selain itu, CM juga akan mengadakan lomba kuis Kitab Suci sebagai ajang untuk menguji pemahaman sekaligus menyegarkan iman Civitas Academica.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, CM berharap semangat mendalami Sabda Allah tidak berhenti pada seremoni pembukaan, tetapi terus hidup dalam keseharian kampus sepanjang bulan September. Sabda Allah diharapkan dapat menjadi karakter hidup yang membawa sukacita Injili bagi sebanyak mungkin orang yang ditemui. (rl/ys/ms)