26 September 2026 - Oleh

Kategori :

962 Wisudawan UNWIRA Dilepas, Rektor Titip Lima Pesan


UNWIRA - Sebanyak 962 wisudawan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) resmi diwisuda pada Sabtu (26/9/2026) di Aula St. Maria Immaculata. Dalam momentum tersebut, Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., menitipkan lima pesan kepada para lulusan sebagai bekal memasuki kehidupan setelah perguruan tinggi.

Acara wisuda turut dihadiri oleh jajaran pembina, pengawas, dan pengurus Yayasan Pendidikan Katholik Arnoldus (YAPENKAR), pejabat pemerintahan, perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, serta tamu undangan lainnya.

Pater Stefanus menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan sekaligus mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendukung perjalanan mereka hingga menyelesaikan pendidikan.

Menurutnya, keberhasilan para wisudawan tidak hanya lahir dari ketekunan mereka, tetapi juga tidak terlepas dari doa orang tua serta kerja keras dosen dan tenaga kependidikan.

“Capaian ini merupakan bagian penting dari komitmen UNWIRA untuk terus meningkatkan mutu layanan akademik, kualitas pembelajaran, dan keberhasilan mahasiswa,” ungkapnya.

Baca Juga: Dies Natalis ke-44: UNWIRA Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah

Meskipun demikian, Rektor mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. Setelah meninggalkan ruang kelas perguruan tinggi, para lulusan akan menghadapi tantangan yang berbeda di tengah kehidupan masyarakat dan dunia profesional.

“Setelah keluar dari ruang kelas, Anda akan masuk dalam kelas kehidupan yang menuntut kompetensi, karakter, kemampuan beradaptasi, integritas dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” tambahnya.

Menghadapi perkembangan dunia yang terus berubah, khususnya perkembangan teknologi digital, Pater Stefanus juga mengingatkan wisudawan untuk mampu melihat peluang sekaligus memahami tantangan yang menyertainya.

Menurutnya, teknologi perlu dikuasai, tetapi perkembangan tersebut tidak boleh membuat manusia kehilangan nilai-nilai kemanusiaannya.

“Jadikan nilai kemanusiaan sebagai kompas,” ujarnya.

Sebagai bekal bagi para lulusan, Rektor kemudian menitipkan lima pesan, yakni jangan berhenti belajar, jangan takut terhadap perubahan, ciptakan nilai dan kesempatan kerja bagi orang lain, jagalah integritas, serta jangan lupa kepada almamater.

Lima pesan tersebut menjadi pengingat agar para wisudawan tidak berhenti pada pencapaian akademik yang telah diraih, tetapi terus mengembangkan diri dan mampu beradaptasi dengan perubahan setelah meninggalkan bangku kuliah.

Pater Stefanus juga mengingatkan bahwa hubungan para lulusan dengan UNWIRA tidak berakhir setelah prosesi wisuda. Para wisudawan bukan hanya alumni, tetapi juga tetap menjadi mitra dan bagian dari keluarga besar UNWIRA.(ys/ms)