11 June 2022 - Oleh Kantor Kerja Sama Unwira

Kategori : Penelitian&Pengabdian Pada Masyarakat

Unwira Kupang Ciptakan Aplikasi BUMDes Bantu Pasarkan Hasil Produk Masyarakat Desa


UNWIRA, KUPANG - Akademisi dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang menciptakan aplikasi untuk pengelolaan BUMDes yang bertujuan untuk membantu memasarkan hasil produk masyarakat desa.

Aplikasi tersebut dibuat dari hasil penelitian empat orang akademisi Unwira dari lintas Program Studi (Prodi) yakni Dr. Samuel Igo Leton, M. Pd dari Pendidikan Matematika, Adrianus Ketmoen, SE, MM dari Ekonomi Pembangunan, Yustina Dwisofiani Lawung, M. Pd dari Pendidikan Kimia, dan Paskalis Ardi Nani, ST, MT dari Teknik Informatika.

Penelitian ini dilakukan di Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Samuel Igo Leton, yang berperan sebagai ketua dalam penelitian tersebut menyampaikan, aplikasi BUMDes dibuat sendiri oleh Unwira berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan dari keempat akademisi dan dibiayai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Akibat dari pandemi Covid-19 membuat aktivitas masyarakat desa terutama di pasar-pasar tradisional menjadi lumpuh, hal inilah yang menjadi alasan utama Unwira membuat aplikasi BUMDes agar dapat membantu masyarakat memasarkan hasil produk mereka.

"Tujuan utama kami adalah untuk membantu masyarakat dalam menjual produk mereka, seperti kita ketahui bersama kemarin waktu pandemi itu pasar offline tidak berjalan, sehingga kami mencoba mengusulkan proposal penelitian satu ke LPDP dan difasilitasi, produknya adalah sebuah aplikasi yang dikelola oleh BUMDes, " kata Samuel saat ditemui pada Sabtu 11 Juni 2022.

Samuel mengatakan, untuk terus menggaungkan aplikasi BUMDes kepada masyarakat Desa Subun Tualele, pihaknya rutin turun ke desa guna melakukan pelatihan kepada admin yang adalah perangkat desa dan juga sosialisasi ke masyarakat terkait dengan manfaat dari aplikasi tersebut.

Sebab ini merupakan penelitian pengembangan yang dimana terlebih dahulu dirancang teknologi dalam bentuk aplikasi, setelah itu melakukan sosialisasi dan uji coba untuk mengetahui apa saja kekurangan untuk dilakukan pengembangan lagi berdasarkan kebutuhan dari masyarakat.

Samuel menambahkan, nantinya aplikasi ini akan menjadi salah satu program yang ditawarkan mahasiswa dalam pelaksanaan KKN di berbagai desa di NTT. Sehingga diharapkan dapat  membantu masyarakat desa dalam memasarkan produk hasil BUMDes melalui aplikasi agar lebih diketahui luas.

"Produk masyarakat dalam bentuk apapun dapat dipasarkan melalui aplikasi BUMDes ini. Sebelum dipasarkan, masyarakat terlebih dahulu melapor ke admin untuk kemudian barangnya dimasukkan kedalam aplikasi lengkap dengan nominal harga, " jelas Samuel.

Terkait dengan sistem transaksi pada aplikasi BUMDes, Samuel menjelaskan, nantinya calon pembeli dapat menginstal aplikasi BUMDes melalui link yang bisa dibagikan melalui aplikasi Whatsapp karena saat ini belum tersedia di Play Store.

"Setelah melihat barang dan si pembeli tertarik, ongkos kirimnya dari kesepakatan antara penjual dan pembeli saya kira begitu lebih efektif, " terang Samuel.

Baca juga: berita ini di POS-KUPANG.COM

Sementara itu, Yustina Lawung akademisi dari Pendidikan Kimia Unwira menuturkan, untuk memperkenalkan aplikasi ini kepada masyarakat Desa Subun Tualele ada berbagai kendala yang dihadapi.

Diantaranya jaringan internet yang belum cukup baik sehingga membuat akses aplikasi sedikit terhambat, selain itu juga berkaitan dengan pemahaman masyarakat untuk menggunakan aplikasi tersebut.

"Sehingga tidak semua calon penjual itu mengakses langsung, akhirnya kami memutuskan untuk pengelolaan aplikasi itu diserahkan kepada koordinator yang diambil dari perangkat desa, " jelas Yustina.

Penelitian ini, menurut Yustina, juga membuka peluang bahwa dosen antar fakultas pun bisa melakukan penelitian dengan topik yang sama
dilihat dari apa yang dihasilkan dari penelitian tersebut. Penelitian tidak hanya dilakukan dosen inter prodi tetapi juga antar prodi dan fakultas.

Selain dosen, dalam penelitian turut melibatkan lima orang mahasiswa dari lintas fakultas, sebab penelitian tersebut merupakan riset keilmuan yang dimana salah satu luaran dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Mahasiswa yang dilibatkan juga mahasiswa lintas fakultas karena dalam aplikasi ini ada banyak ilmu yang digunakan, matematika, ekonomi, ada juga akuntansi. Untuk itu kami libatkan mahasiswa supaya keluarannya mereka akan dapat pengetahuan lebih, " ujarnya.

"Nantinya ada pengakuan juga dari Universitas bahwa mereka mendapatkan surat keterangan pendamping yang menyatakan bahwa mahasiswa tersebut pernah terlibat dalam riset ini dan mereka mempunyai kemampuan diluar bidang studi, " tambahnya.

Ia menambahkan, Unwira Kupang menjadi salah satu Universitas di NTT yang lulus untuk melakukan riset keilmuan bagian hibah riset desa berdasarkan seleksi nasional.

"Kebetulan yang lulus riset ini di NTT untuk riset keilmuan bagian hibah riset desa hanya kami Unwira dari seluruh universitas. Seleksinya itu seleksi nasional dari NTT hanya Unwira dan hanya satu proposal, " ungkapnya.

"Maksimum pembiayaan itu Rp. 100 juta kami ajukan demikian dan dana yang dicairkan Rp. 95 juta, dengan luarannya itu publikasi artikel, luaran MBKM, publikasi media massa, video publikasi desa salah satunya aplikasi BUMDes itu, " lanjut dia.

Yustina membeberkan, alasan yang menjadi dasar penelitian ini akibat dari pandemi COVID-19 yang mengakibatkan perdagangan di pasar tradisional
menjadi terhambat.

Baca juga: berita ini di POS-KUPANG.COM

Selain itu alur perdagangan masyarakat desa masih tergolong sempit, atas dasar itulah Unwira membuat sebuah aplikasi yang bisa membantu masyarakat agar hasil produk mereka itu bisa dipasarkan lebih luas.

"Setelah dilakukan berbagai revisi saat ini aplikasi tersebut sudah digunakan oleh masyarakat Desa Subun Tualele, dan diharapkan dapat membantu masyarakat disana untuk menjual hasil produk mereka lebih luas lagi, " harap dia.

Ia berharap kedepan dapat bekerja sama dengan pemerintah sehingga aplikasi BUMDes ini bisa dikenal lagi oleh seluruh masyarakat NTT, serta memberikan dampak yang baik bagi pengembangan produk masyarakat desa dan ekonomi masyarakat disana.