22 July 2022 - Oleh Kantor Kerja Sama Unwira

Kategori : Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat

Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang Beri Bimbel kepada Anak-anak SD GMIT Bone, Desa Taloetan, Kabupaten Kupang


Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang Beri Bimbel kepada Anak-anak SD GMIT Bone, Desa Taloetan, Kabupaten Kupang

UNWIRA – Mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata Tematik – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKNT-PPM) Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang periode semester genap 2021/2022 yang ditempatkan di Desa Taloetan, Kecamatan Nekamese, Kabupaten Kupang melakukan bimbingan belajar (bimbel) dengan anak-anak Sekolah Dasar Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) Bone atau SD GMIT Bone.

Kegiatan bimbel ini dilaksanakan di luar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. Kegiatan bimbel ini merupakan bagian dari program wajib yang sudah ditetapkan, yaitu Aman Calistung (Adikku Mantap Membaca, Menulis, dan Berhitung).

Baca juga di Pos Kupang: Mahasiswa KKNT-PPM Unwira Kobarkan Semangar Belajar SD Desa Taloetan via Program Aman Calistung

Aman Calistung (Adikku Mantap Membaca, Menulis, dan Berhitung) adalah program kerja yang dijalankan oleh mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang untuk membimbing dan mengajar siswa/i yang belum lancar membaca, menulis dan berhitung, khususnya anak-anak Taman Kanak-kanak (TK) dan SD.

Kegiatan bimbel ini dipandu oleh 15 mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang. Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang menargetkan beberapa kelas untuk dijadikan sasaran dalam kegiatan tersebut, di antaranya kelas I, II, III, dan IV.

Selain itu, ada beberapa siswa-siswi kelas V dan VI yang turut bergabung, yaitu siswa/i yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung.

Baca juga: Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang Giatkan Literasi di SDI Duarato

Kegiatan bimbel ini dilaksanakan bersama dengan anak-anak SD GMIT Bone di PAUD Kasih Bunda, tak jauh dari SD GMIT Bone. Selain berdekatan dengan sekolah, lokasi bimbel tersebut juga berada di tengah-tengah perumahan warga, sehingga memudahkan anak-anak SD untuk menjangkau lokasi kegiatan tersebut.

Dalam diskusi bersama mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang pada Senin (18/7/2022), Akila Prisila T. Ora, Kepala Sekolah SD GMIT Bone, mengatakan bahwa selama ini pihak sekolah mengalami kendala dalam mengajar anak-anak karena adanya virus corona. Hal tersebut mengakibatkan terlambatnya penyerapan pembelajaran dan pengembangan tingkat pengetahuan anak-anak SD GMIT Bone.

“Kami mengalami kendala dalam mengajar anak-anak sejak munculnya wabah ini. Anak-anak harus sekolah dan belajar dari rumah. Hal itu terjadi sejak tahun 2019 kemarin. Teman-teman guru harus pergi mengantar tugas dan ujian kepada anak-anak dari rumah ke rumah. Namun, hal itu tidak efektif, sehingga kami membutuhkan peran orangtua. Setelah memasuki KBM di sekolah seperti biasa, kami menemukan beberapa anak yang belum bisa membaca, khususnya anak-anak kelas I, II, dan III. Di samping itu, ada beberapa anak kelas V dan VI yang masih belum lancar membaca dan berhitung,” tutur Ibu Akila Prisila T. Ora.

Dengan adanya mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang, lanjut Prisila, anak-anak yang belum bisa membaca, menulis, dan berhitung dapat diajar dan dibimbing.

“Apalagi kami di sini punya keterbatasan tenaga pengajar. Jadi, kakak-kakak mahasiswa bisa membantu kami untuk mengajar mereka,” ungkap Kepala Sekolah yang biasa disapa Ibu Prisila.

Baca juga: Desa Pamakayo, Flores Timur Libatkan Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang dalam Pra-Musrenbang Desa

Fransisko Yubilio Nailopo, mahasiswa KKNT-PPM Desa Taloetan, terharu dan bangga dengan semangat anak-anak SD untuk belajar membaca, menulis, dan berhitung di luar KBM di sekolah.

“Saya bangga dan terharu dengan semangat mereka dalam belajar. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang datang lebih awal di PAUD Kasih Bunda. Kami janji dengan mereka untuk mulai belajar jam 4 sore. Namun, karena mereka begitu semangat, mereka datang pada jam 2 siang. Bahkan ada yang sudah datang sejak jam 1 siang. Walaupun banyak yang belum bisa baca, tulis, dan berhitung, tetapi mereka sangat berani untuk bertanya dan menjawab. Sebagai guru mereka, kami juga menjadi tambah semangat untuk mengajar,” tandas Fransisko.

Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang yang bertugas di Desa Taloetan berjumlah 15 orang. Mereka terlibat aktif dalam menjalankan program Aman Calistung. Mereka berharap agar program ini dapat berjalan dengan lancar dan membawa perubahan bagi anak-anak dalam hal membaca, menulis, dan berhitung.

“Kami sangat mengharapkan agar program ini tidak sekadar berjalan, tetapi membawa hasil yang baik untuk anak-anak yang sedang belajar. Semoga dengan adanya belajar tambahan di luar kelas ini, mereka semakin pintar dan lancar dalam membaca, menulis, dan berhitung,” ungkap mahasiswa/i KKNT-PPM di Desa Taloetan.

Baca juga: Mahasiswa/i KKNT-PPM Unwira Kupang Memperkenalkan Diri dan Menyampaikan Program Kerja, Ini Respon Masyarakat Kelurahan Oenesu, Kabupaten Kupang