14 October 2022 - Oleh Kantor Kerja Sama Unwira

Kategori : Kegiatan Khusus Kampus

Bertemu Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste, UNWIRA Sampaikan Beberapa Agenda Kerja Sama


Bertemu Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste, UNWIRA Sampaikan Beberapa Agenda Kerja Sama

UNWIRA – Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang mengadakan pertemuan dengan Bapak Armindo Maia Soares, PhD., Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan pada Jumat (14/10/2022). Pertemuan itu dilaksanakan di gedung Ministério Da Educac?o Juventude e Desporto, Dili, Timor Leste. Pertemuan itu diikuti juga oleh Raymundus Neto, Kepala Bidang Kurikulum dari Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan, Dr. Samuel Igo Leton, M.Pd.,Wakil Rektor I UNWIRA, Dr. Priscilla M. Assis Hornay, MA., M.Ed., Kepala Kantor Kerja Sama dan Pusat Pengembangan Karier UNWIRA, Yohanes Ovaritus Jagom, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNWIRA, Paulus Adrianus Kopong Liat Ratumakin, S.Fil., M.Si., Dosen Administrasi Publik UNWIRA, Paskalis Andrianus Nani, ST., MT., Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi UNWIRA, dan Kristina Yulita, SE., Mantan Kepala Bagian Tata Usaha dan Kerumahtanggaan Rektorat sekaligus Sekretaris Rektor UNWIRA.

Baca juga: UNWIRA Ikuti Indonesian Education Fair 2022 di Dili, Timor Leste

Dr. Samuel Igo Leton, M.Pd., Wakil Rektor I UNWIRA, membuka pertemuan dengan menginformasikan keterlibatan UNWIRA dalam kegiatan Indonesian Education Fair 2022 di Dili, Timor Leste. Di samping itu, Dosen Pendidikan Matematika UNWIRA itu juga mengajak Menteri Armindo untuk berdiskusi tentang kemungkinan kerja sama UNWIRA dengan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste, khususnya kerja sama di bidang pendidikan.

“UNWIRA bisa membantu teman-teman di Timor Leste. Di samping itu, UNWIRA juga berharap agar Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan bisa membantu UNWIRA untuk menyelenggarakan kegiatan di bidang pendidikan dan olahraga secara bersama-sama,” kata Bapak Igo.

Dr. Priscilla M. Assis Hornay, MA., M.Ed., Kepala Kantor Kerja Sama dan Pusat Pengembangan Karier UNWIRA, kembali mengafirmasi pembicaraan Bapak Igo tentang kemungkinan kerja sama yang bisa dijalankan oleh UNWIRA dengan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan.

“Salah satu bentuk kerja samanya ialah peningkatan animo mahasiswa/i Timor Leste untuk kuliah di UNWIRA. Kami sengaja datang ke sini untuk meminta bantuan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan dalam upaya mempromosikan UNWIRA kepada anak-anak Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Timor Leste, khususnya anak-anak SMA yang akan tamat tahun ini. Harapannya, mereka bisa diarahkan untuk kuliah di UNWIRA,” tutur Ibu Priscill Hornay, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UNWIRA.

Baca juga: Wujudkan Kampus dan Sekolah Bersinar, BNNP NTT Selenggarakan Rapat Konsolidasi dengan Lembaga Pendidikan di NTT

Pada kesempatan itu juga, Yohanes Ovaritus Jagom, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNWIRA, mengatakan bahwa sampai tahun 2019 sebelum adanya Covid-19, UNWIRA banyak menerima mahasiswa/i Timor Leste.

“Namun, pada saat Covid-19 muncul dan merajalela di sekitar kita, mahasiswa/i Timor Leste tidak ada karena ada batasan tertentu yang dibuat. Namun, untuk tahun ini, kita sudah membuka lagi kesempatan bagi mahasiswa/i Timor Leste. Beruntung, mahasiswa/i Timor Leste cukup berminat untuk kuliah di UNWIRA. Ada 5 (lima) orang yang mendaftar dan kuliah untuk angkatan tahun ini. Dengan begitu, total mahasiswa/i Timor Leste yang aktif kuliah di UNWIRA saat ini ialah 60 orang. Akan tetapi, kita ingin meningkatkan lagi animo mahasiswa/i Timor Leste, supaya tahun depan mahasiswa/i Timor Leste yang mendaftar bisa meningkat sekitar 10 sampai 15 orang,” ungkap Bapak Ovan Jagom, Dosen Pendidikan Matematika UNWIRA.

Menanggapi pembicaraan dan ajakan kerja sama dari UNWIRA, Bapak Armindo Maia Soares, PhD., Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan, menyampaikan bahwa Indonesia dengan Timor Leste itu ada di dalam satu daratan dari sisi letak geografis.

“Namun, ada beberapa kendala yang menantang kerja sama UNWIRA dengan Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan. Pertama, Bahasa Indonesia dari anak-anak Timor Leste yang tidak terlalu bagus. Memang ada anak-anak yang mudah dan bisa mengerti, serta mampu berbicara dalam Bahasa Indonesia dengan baik karena mereka biasa mendengar lewat televisi (TV). Namun, untuk Bahasa Indonesia yang akademis, mereka perlu persiapan. Kedua, kurikulum Indonesia dengan kurikulum Timor Leste itu tidak sama. Untuk itu, mereka butuh penyesuaian. Ketiga, dalam kapasitas saya sebagai Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste dari Tingkat Dasar sampai Tingkat Sekolah Lanjutan, saya hanya bisa membantu UNWIRA untuk mempromosikan UNWIRA kepada anak-anak yang akan menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah,” kata Bapak Armindo Maia Soares, PhD., seorang politikus dan akademisi Timor Leste, serta anggota Partai Politik Fretilin.

Baca juga: UNWIRA Beri Penghargaan kepada Dua Wisudawan yang Memiliki “Kemampuan yang Sangat Istimewa”

Merespons jawaban dari Bapak Menteri Armindo Maia Soares, Bapak Samuel Igo Leton mengatakan bahwa kita perlu fokus pada anak-anak yang akan menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah pada akhir Desember tahun ini.

“Di satu pihak, perbedaan kurikulum ini menguntungkan karena dalam rentang waktu Januari sampai Agustus, sekitar 8 bulan, mereka bisa mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan perbedaan kurikulum dan bahasa. Di samping itu, hal itu juga menjadi masukan bagi kami untuk mengambil kebijakan khusus ketika ada teman-teman dari Timor Leste yang mau kuliah di UNWIRA. Oleh karena itu, UNWIRA akan mengambil kebijakan untuk membuat kelas persiapan bagi teman-teman dari Timor Leste karena mereka sudah menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah pada bulan Desember dan perkuliahan kita baru dimulai pada bulan Agustus,” jelas Bapak Igo.

Kemudian, Ibu Priscill Hornay menambahkan bahwa UNWIRA juga membuka kerja sama dalam hal menyediakan tenaga (Sumber Daya Manusia) untuk membantu guru-guru di Timor Leste.

“Di UNWIRA, kami ada 7 (tujuh) Fakultas yang bisa membantu guru-guru di Timor Leste. Kami bisa bantu mereka untuk mendampingi anak-anak di sekolah. Kami bisa memberikan jasa itu atas kerja sama yang kita sepakati bersama,” ujar Dosen Pendidikan Bahasa Inggris kelahiran Maliana pada  8 April 1986 itu.

Lalu, Bapak Yohanes Ovaritus Jagom, S.Pd., M.Pd., Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNWIRA, menyampaikan rencana untuk membuat kerja sama dalam bidang olahraga, khususnya dalam rangka memeriahkan turnamen Rector CUP.

Baca juga: UNWIRA Kupang Wisudakan 20 Orang Magister dan 864 Orang Sarjana Baru

“Selama ini, kami mengundang siswa/i di seluruh NTT. Kali ini, kami ingin membuat kerja sama dan mengundang siswa/i Timor Leste untuk ikut ambil bagian dalam turnamen Rector CUP. Sebab, turnamen ini sangat bergengsi,” kata Dosen Pendidikan Matematika kelahiran Nio, Manggarai pada tanggal 29 Agustus 1990.

“Semua kerja sama itu bisa kita lakukan. Asalkan suratnya dikirim dari jauh-jauh hari. Di samping itu, kita juga membutuhkan surat resmi untuk membuat kerja sama yang lebih resmi, seperti Memorandum of Understanding (MoU) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS),” pungkas incumbent Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga yang melayani sejak Juni 2020 dan pernah memegang posisi yang sama di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh administrator Bean Sergio Vieira De Mello dan Perdana Menteri Mari Alkatiri antara tahun 2001 sampai 2006.