14 November 2022 - Oleh Kantor Kerja Sama Unwira

Kategori : Kerja Sama Universitas

Perpanjang MOA dengan UNWIRA, IOB Dili – Timor Leste Ajukan Agenda Penelitian Bersama


Perpanjang MOA dengan UNWIRA, IOB Dili – Timor Leste Ajukan Agenda Penelitian Bersama

UNWIRA – Institute of Business (IOB) Dili - Timor Leste memperpanjang Memorandum of Agreement (MOA) atau Nota Kesepakatan dengan Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang pada Senin (14/11/2022). Sebelumnya, MOA di antara kedua lembaga itu pernah dibuat pada tanggal 7 November 2017. Namun, karena masa berlaku MOA itu sudah kedaluwarsa (expire), maka MOA itu perlu diperpanjang. Secara khusus, MOA itu dibuat untuk meningkatkan kerja sama UNWIRA dengan IOB Dili dalam Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Baca juga: Bertemu Menteri Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Timor Leste, UNWIRA Sampaikan Beberapa Agenda Kerja Sama

Diskusi dan penandatanganan MOA itu dilaksanakan di Ruang Rapat Rektorat UNWIRA Lantai 2 (Dua) Kampus Penfui, Kupang. Diskusi dan penandatanganan MOA itu dihadiri oleh Pater Dr. Philipus Tule, SVD., Rektor UNWIRA, Bapak Dr. Samuel Igo Leton, M.Pd., Wakil Rektor I UNWIRA, Dr. Priscilla M. Assis Hornay, MA., M.Ed., Kepala Kantor Kerja Sama dan Pusat Pengembangan Karier UNWIRA, Bapak Dr. Stanis Man, SE., M.Si., Dosen Magister Manajemen UNWIRA, Bapak Vasio Sarmento Soares, S.Ti., M.Ti., Wakil Rektor I IOB Dili, dan bersama 2 (Dua) orang pendamping dari Dili - Timor Leste.

Dalam sambutannya, Bapak Vasio Sarmento Soares, S.Ti., M.Ti., Wakil Rektor I IOB Dili, mengatakan bahwa mereka datang dengan membawa dua misi penting, yaitu memperpanjang kerja sama yang telah dibuat sebelumnya dan membuat rencana penelitian bersama dengan UNWIRA.

“Kami mau belajar dari UNWIRA. Kami ingin UNWIRA menjadi partner kerja sama dalam banyak hal ke depannya. Sebab, dosen-dosen UNWIRA sudah belajar dan membuat penelitian yang banyak. Oleh karena itu, kami mau minta bantuannya UNWIRA untuk menunjukkan hal-hal penting yang berkaitan dengan pengajuan proposal penelitian, tahap penelitian, proses penelitian, dan yang lainnya. Apalagi kami sudah diberi kesempatan untuk membuat penelitian di Distrik Otonomi Oecusse-Ambeno, khususnya di daerah perbatasan. Jadi, sebagai bagian dari proses pembelajaran, kita bisa membuat penelitian bersama di sana,” tutur Bapak Vasio Sarmento Soares, S.Ti., M.Ti.

Baca juga: UNWIRA Ikuti Indonesian Education Fair 2022 di Dili, Timor Leste

Menanggapi permintaan dari Bapak Vasio Sarmento Soares, S.Ti., M.Ti., Pater Dr. Philipus Tule, SVD., Rektor UNWIRA, mengatakan bahwa UNWIRA bersedia untuk membantu IOB Dili dalam melakukan penelitian bersama.

“Saya bersyukur karena IOB Dili bersedia untuk memperpanjang kerja sama yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Apalagi ada banyak kegiatan yang sudah dijalankan. Misalnya, kita sudah menjalankan kegiatan tukar menukar dosen dan menyelenggarakan kegiatan Seminar Internasional. Namun, kita tetap perlu membuat evaluasi,” ungkap ahli dan dosen Filsafat Islam (Islamologi) yang menyelesaikan Program Doktoral-nya di The Australian National University, Canberra, Australia.

Menurut Rektor UNWIRA yang biasa disapa Pater Lipus, agenda penelitian di daerah perbatasan bisa dilakukan karena ada pembangunan zona perdagangan bebas di perbatasan saat ini.

“Aneka pembangunan di daerah perbatasan sudah dimulai. Namun, masyarakat di perbatasan belum disiapkan secara baik dari pelbagai segi kehidupan, sehingga mereka kemungkinan bisa menjadi korban dari pembangunan zona perdagangan bebas itu,” kata Pastor SVD yang pernah menulis buku berjudul “Mengenal Kebudayaan Keo: Dongeng, Ritual, dan Organisasi Sosial”.

Baca juga: Petunjuk Teknis (Juknis) dan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perlombaan Paduan Suara Lagu-lagu Natal Tingkat SMA se-Kota Kupang dan Kabupaten Kupang

Menurut Rektor UNWIRA yang sudah menjabat sejak tahun 2017 sampai tahun 2025, kondisi ketidaksiapan masyarakat di perbatasan dalam menyambut zona perdagangan bebas menjadi kesempatan emas bagi akademisi, dosen, dan mahasiswa/i untuk membuat penelitian bersama.

“Kita bisa mengamati, melihat, dan meneliti persiapan masyarakat di perbatasan dalam menyambut pembangunan zona perdagangan bebas itu. Tujuan dari penelitian kita itu jelas, yaitu untuk menyiapkan masyarakat di perbatasan dalam menyambut zona perdagangan bebas. Kita bisa memberikan hasil penelitian kita kepada masyarakat di perbatasan sebagai kontribusi kita terhadap aneka pembangunan di sana. Hasil penelitian kita dapat menjadi pegangan bagi mereka untuk menjalankan zona perdagangan bebas,” pungkas Rektor UNWIRA.

Baca juga: Goes to Campus, BI Cabang NTT Selenggarakan Kegiatan Bedah Buku di UNWIRA

(By: Ricky Mantero, S.Fil)