02 May 2024 - Oleh Kantor Kerjasama

Kategori : Kegiatan Khusus Kampus

Kapolda NTT Ajak UNWIRA Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kekerasan Seksual


UNWIRA – Fakultas Hukum Universitas Katolik Widya Mandira bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (POLDA NTT), mengadakan kuliah umum tentang pemberdayaan Civitas Academica dalam penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual, di Aula St. Hendrikus, Lt. 4, Gedung Rektorat, pada Selasa (30/04/2024). Kuliah umum ini digelar dengan tujuan untuk meningkatkan daya pikir intelektual mahasiswa dalam menanggapi kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan kampus.

Baca Juga: Program Studi Biologi UNWIRA Gelar Kuliah Umum Biodiversitas Seri 4
Kuliah umum ini resmi dibuka oleh Rektor UNWIRA, Pater Philipus Tule, SVD., dan dihadiri oleh anggota Polda NTT, para dosen, serta mahasiswa Fakultas Hukum UNWIRA.


Dalam kegiatan tersebut, Irjen Pol. Daniel Tohi Monang Silimonga S.H., M.A., Kapolda NTT, hadir sebagai pemateri. Ia mengatakan bahwa segala sesuatu yang berkaitan dengan tindakan, perkataan, atau merendahkan martabat seseorang merupakan bentuk pelecehan seksual. 
“Selama saya bertugas sebaga Kapolda, ada dua jenis kejahatan di NTT, yaitu pembunuhan dan kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya

 Baca Juga: Rektor UNWIRA Apresiasi Peningkatan Taraf PISMA VIII
Selanjutnya, dalam sesi diskusi, salah seorang mahasiswa memberi pertanyaan tentang bagaimana Kapolda NTT menangani fakta bahwa kekerasan seksual banyak yang tidak dilaporkan. 


Menurut Kapolda NTT, institusi kepolisian hanya dapat menangani kasus-kasus yang telah dilaporkan.
“Polisi hanya menangani kasus yang dilaporkan. Mungkin jumlah kasus yang tidak dilaporkan empat kali lipat lebih besar,” sebut Kapolda NTT yang baru tersebut. 
Ia menyebut data kekerasan seksual yang dilaporkan ke POLDA NTT tahun 2023, baik pelaku maupun korban, lebih banyak terjadi di kalangan usia 25 - 44 tahun. 
“Kekerasan seksual lebih banyak terjadi di usia muda,” terangnya.

Baca Juga: FISIP UNWIRA Gelar Kampanye Pemilihan Umum Raya Pertama di NTT
Oleh karena itu, ia menambahkan bahwa sangat penting untuk menjalin kerja sama antara instansi kepolisian dan lembaga sosial, seperti perguruan tinggi untuk mendukung penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual.


Lebih lanjut, Daniel Tohi Monang Silimonga berharap agar UNWIRA bisa menjadi lembaga sosial yang terdepan dan bekerja sama dengan kepolisian dalam penanggulangan tindak pidana seksual. 
“Semoga lembaga pendidikan tingi seperti UNWIRA menjadi contoh bagi lembaga kampus atau lembaga-lembaga sosial lainnya dalam penanggulangan tindak pidana kekerasan seksual,” tutupnya.

(Penulis: Sandro Sogemaking; Editor: Rio Ambasan)