05 June 2024 - Oleh Kantor Kerjasama

Kategori : Penelitian & Pengabdian pada Masyarakat

Mahasiswa FKIP UNWIRA Adakan KKN di Desa Penfui Timur


UNWIRA – Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Katolik Widya Mandira, Dr. Madar Aleksius, M.Ed., resmi melepas 31 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) selama satu bulan di Desa Penfui Timur, pada Senin (03/06/2024).

Para mahasiswa yang dibagi dalam dua kelompok akan dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Gracianus Edwin T. P. Lejab, M.Pd., dan Enasely Mega Wenyi Rohi, M.Si.

Baca Juga: Toreh Prestasi Membanggakan, UNWIRA Memenangkan 23 Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun Anggaran 2024

Kelompok mahasiswa tersebut kemudian diterima oleh Kepala Desa Penfui Timur, Zem Tafoki, Sekretaris Desa Penfui Timur, dan Kepala Dusun yang sempat hadir.

Wakil Dekan II FKIP, Aloysoius Joakim Fernandez, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa program kerja yang akan dilakukan oleh FKIP terdiri dari dua bentuk.

“Program kerja kami yang pertama ialah memberikan bimbingan belajar kepada siswa-siswa di Desa Penfui Timur, khususnya dalam hal numerasi dan literasi. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, kami sangat berharap dapat diberikan tempat atau posko,” jelasnya.

Baca Juga: Tutup MBKM Internasional di Timor Leste, Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik Selenggarakan Pentas Seni

Sementara untuk program kedua, Aloysoius Joakim Fernandez mengatakan akan menyesuaikan dengan kebutuhan spesifik desa yang diidentifikasi melalui observasi lapangan selama minggu pertama.

“Misalkan setelah diobservasi, ternyata desa membutuhkan penyuluhan tentang kebersihan, maka mahasiswa bisa memfasilitasi dengan cara berkoordinasi dengan pihak yang relevan untuk memberikan penyuluhan tentang kebersihan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Penfui Timur, Zem Tafoki, S.Pd., mengapresiasi bantuan yang telah diberikan oleh mahasiswa KKN UNWIRA.

“Selama ini, UNWIRA, melalui mahasiswa KKN sudah banyak membantu kami,” ujarnya.

Baca Juga: Campus Ministry UNWIRA Adakan Aksi Sosial di TPA Alak

Ia menjelaskan bahwa program-program Desa Penfui Timur saat ini memang lebih berfokus pada kebersihan lingkungan. Namun, ia melihat potensi besar mahasiswa FKIP untuk membimbing siswa-siswa di Desa Penfui Timur yang putus sekolah.

“Kehadiran mahasiswa FKIP sangat membantu kami untuk membimbing adik-adik di sini yang sudah putus sekolah terutama yang usia SD dan SMP,” ungkapnya.

Zem Tafoki memastikan bahwa pihak desa akan terus mendukung kegiatan mahasiswa KKN dari UNWIRA, mengingat kontribusi positif yang telah diberikan selama ini. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas lokal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

(Penulis: Yosefa Saru)