24 June 2024 - Oleh Kantor Kerjasama

Kategori : Kegiatan Khusus Kampus

Gandeng Yayasan PIKUL, FISIP UNWIRA Gelar Talkshow tentang RPJPD


UNWIRA - Dalam upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yayasan PIKUL bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira mengadakan talkshow bertajuk, “Tentang Kita 2045: Emas atau Cemas?” yang berlangsung pada Sabtu (22/06/2024).

Bertempat di Aula St. Hendrikus, Lantai 4, Gedung Rektorat UNWIRA, kegiatan ini menghadirkan Torry Kuswardono (Direktur Eksekutif Yayasan PIKUL), Dr. Dominggus Elcid Li (CSO Institute of Resource Governance and Social Change), Dr. Fritz Oscar Fanggidae, M.Si., MEP (Tenaga Ahli Penyusunan RPJPD Provinsi NTT 2025-2045), Dr. Urbanus Ola, M.Si (Akademisi FISIP Unwira), dan Theresia Maria Florensia, M.Ec (Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam).

Baca Juga: Tutup MBKM Internasional di Timor Leste, Mahasiswa Prodi Pendidikan Musik Selenggarakan Pentas Seni

Dekan FISIP Unwira, Dr. Frans B. Tokan, M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan daerah.

“RPJPD NTT merupakan dokumen strategis yang sangat penting bagi daerah sehingga kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat,” ujarnya.

Baca Juga: Tingkatkan Publikasi Akademik, UNWIRA Press Selenggarakan Pelatihan

Sementara itu, Torry Kuswardono menuturkan bahwa talkshow ini menjadi wadah untuk berdiskusi dan merancang masa depan yang lebih baik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjawab kegelisahan dan persoalan yang ada saat ini melalui kolaborasi dan partisipasi aktif dari berbagai pihak,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Fritz Oscar Fanggidae menyoroti pentingnya masukan dari berbagai sektor dalam penyusunan RPJPD.

“Pandangan dari akademisi, pemerintah, media, orang muda, dan CSO sangat diperlukan untuk menghasilkan rencana strategis yang komprehensif dan realistis,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa talkshow ini tidak hanya bertujuan untuk mendapatkan pandangan bersama terkait penyusunan RPJPD Provinsi NTT, tetapi juga memberikan rekomendasi dan rencana strategis yang konkret. Selain itu, acara ini mendorong keterlibatan aktif dari akademisi, pemerintah, media, orang muda, dan CSO dalam diskusi terkait RPJPD.

Kolaborasi lintas sektor yang terjalin dalam talkshow ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan jangka panjang di Provinsi NTT, menuju tahun 2045 dengan optimisme dan persiapan yang matang.

(Penulis: Sandro Sogemaking; Editor: Yosefa Saru)