22 April 2026 - Oleh

Kategori :

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan UNWIRA dibekali Strategi Pemberdayaan Masyarakat Jelang MBKM


UNWIRA - Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Katolik Widya Mandira menggelar kegiatan pembekalan bagi mahasiswa semester 6 yang akan mengikuti program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kegiatan ini berlangsung di Aula St. Paulus, Lantai 4, Gedung Rektorat UNWIRA, pada Selasa (21/04/2026).

Hadir sebagai pemateri utama, Vinsensius Bureni, Direktur Bengkel APPeK, yang memberikan wawasan mendalam mengenai strategi pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya sekadar menjalankan program formal, melainkan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Agar program yang dirancang mahasiswa tidak terhenti setelah masa MBKM usai, Vinsensius mengemukakan lima langkah strategis. Pertama, ia meminta mahasiswa memilih program yang relevan dengan disiplin ilmu agar solusi yang ditawarkan tepat sasaran. Selanjutnya, mahasiswa disarankan menyusun buku panduan sebagai instrumen transfer pengetahuan kepada masyarakat desa.

Pelatihan juga perlu dilakukan sebagai transfer keterampilan secara langsung kepada kader atau warga lokal. Mahasiswa juga diminta mengawal proses implementasi program di lapangan secara intensif. Terakhir, mahasiswa diminta melakukan monitoring dan evaluasi sejauh mana efektivitas program dan melakukan perbaikan yang diperlukan.

"Mahasiswa harus memiliki inisiatif yang kuat. Jangan hanya menunggu instruksi, tapi carilah celah di mana ilmu pemerintahan dapat membantu memecahkan persoalan administrasi maupun sosial di desa," tegas Vinsensius.

Baca Juga: BEM IPM Gelar Panggung Kartini: Ruang Ekspresi dan Emansipasi Mahasiswa Ilmu Pemerintahan

Sekretaris Program Studi Ilmu Pemerintahan, Yohana Fransiska Medho, S.IP., M.IP., dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pembekalan ini sebagai jembatan antara teori akademik dan realitas di lapangan.

"Kegiatan ini adalah bekal krusial bagi mahasiswa sebelum mereka benar-benar terjun ke masyarakat desa, instansi pemerintah, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Kami ingin mahasiswa siap secara mental dan intelektual dalam menghadapi dinamika saat magang nanti," jelas Yohana.

Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa semester 6 Ilmu Pemerintahan UNWIRA mampu menjadi agen perubahan yang profesional dan solutif selama menjalankan masa MBKM di berbagai lokasi penempatan. (jb/ys/ms)