20 May 2026 - Oleh
Kategori :
Debat Ilmiah Nasional PISMA X 2026 Hadirkan Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi

UNWIRA – Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) X yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) kembali menghadirkan berbagai kegiatan akademik dan kreativitas mahasiswa. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut ialah lomba debat ilmiah nasional yang berlangsung pada 19–20 Mei 2026 di Auditorium St. Paulus, Lantai 4, Gedung Rektortat UNWIRA.
Lomba debat tahun ini melibatkan 16 tim dari berbagai universitas, di antaranya Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Timor (UNIMOR), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Hasyim Asy’ari (UNHASY), dan Universitas Muhammadiyah Kupang. Dari seluruh peserta, dua tim berhasil melaju ke babak final, yakni Tim Velo dan Tim La Arana dari Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.
Baca Juga: UNWIRA dan KPU NTT Jalin Kerja Sama Penguatan Pendidikan Demokrasi
Ketua Tim Kerja Belmawa LLDIKTI Wilayah XV, Benediktus Gaya, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan PISMA X 2026. Ia menilai kualitas kompetisi terus berkembang dan potensial untuk diarahkan ke tingkat internasional.
“Kegiatan debat ilmiah seperti ini sangat penting untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif mahasiswa. Melalui debat, mahasiswa belajar menjadi pemimpin yang mampu menyampaikan gagasan secara ilmiah dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Benediktus Gaya menegaskan bahwa LLDIKTI Wilayah XV siap bersinergi mendukung PISMA agar terus berkembang menjadi ajang internasional yang mengharumkan nama daerah dan institusi.
Salah satu juri, Apriani Danga, turut mengapresiasi pelaksanaan debat ilmiah yang dinilai mengalami peningkatan yang cukup besar tahun ini, baik dari segi jumlah peserta maupun kualitas argumentasi peserta debat.
“PISMA menjadi wadah pembelajaran yang sangat baik bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis, public speaking, dan keberanian dalam menyampaikan pendapat,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan para peserta untuk tetap menjunjung tinggi aturan, etika, dan kualitas argumen demi melahirkan generasi muda yang siap menyongsong Generasi Emas 2045.

Apriani juga berpesan untuk terus belajar, tidak mudah menyerah, dan mengembangkan kemampuan untuk mengikuti PISMA maupun perlombaan lainnya di tahun berikutnya.
Sementara itu, salah satu peserta dari Universitas Hasyim Asy'ari (UNHASY), Nofran Rian Agung Saputra, mengaku terkesan dengan konsep acara yang dinilainya tertata rapi. Ia juga memuji sikap panitia yang menerima peserta dari luar daerah dengan baik.
“Selama mengikuti kegiatan ini, saya merasa sangat dihargai, baik dari segi pelayanan maupun teknis perlombaan. Para juri juga sangat kompeten dan memberikan feedback yang membangun bagi peserta,” ungkap Nofran.
Ia menjelaskan alasannya bergabung dalam PISMA X 2026 adalah untuk mendapatkan pengalaman baru serta membuktikan kemampuan diri melalui proses seleksi dan asesmen. Dukungan yang diberikan panitia dan penyelenggara, lanjutnya, juga menjadi motivasi tambahan yang membuat pengalaman tersebut semakin berkesan dan menambah semangat para peserta dari luar daerah.(nm/ys/ms)