26 May 2026 - Oleh
Kategori :
Mahasiswa UNWIRA Lolos PKM-PM 2026 Lewat Program Bank Sampah Liliba
UNWIRA - Mahasiswa lintas program studi Universitas Katolik Widya Mandira berhasil lolos pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-PM) Tahun 2026 melalui program bertajuk “Sampah Jadi Rupiah: Penguatan Manajemen Finansial dan Optimalisasi Pengolahan Kompos untuk Keberlanjutan Bank Sampah Liliba di RT 014 Kelurahan Liliba.”
Tim tersebut terdiri dari Dani Alexander Ria (Ekonomi Pembangunan), Maria Selviana Peni Pureklolon dan Gradiana Jenisa Perlita Halle (Pendidikan Kimia), Irly Lestriani Haba Kore (Akuntansi), serta Jonatan Leven Tete (Manajemen). Tim ini dibimbing oleh Maria Augustin Lopes Amaral, S.E., M.M., Dosen Program Studi Manajemen UNWIRA.
Jonatan Leven Tete, salah satu anggota tim, menjelaskan bahwa ide program ini lahir dari kepedulian tim terhadap pengelolaan sampah di Kelurahan Liliba yang dinilai belum optimal. Ia menegaskan bahwa sampah tidak boleh hanya dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai peluang.
“Kami ingin membantu masyarakat mengelola sampah dengan lebih baik karena sampah tidak hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.
Sebelum menyusun proposal, tim telah melakukan observasi lapangan serta wawancara langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi pengelolaan sampah di wilayah tersebut. Hasil observasi kemudian dikembangkan menjadi solusi yang disusun bersama dosen pendamping hingga akhirnya lolos dalam seleksi PKM-PM 2026.
Baca Juga: LPPM UNWIRA Perkuat Budaya Menulis Dosen Melalui Pelatihan Buku Referensi dan Monograf
Melalui program “Sampah Jadi Rupiah” tim UNWIRA menargetkan Bank Sampah Liliba memiliki sistem pengelolaan yang lebih tertata, regulasi internal yang jelas, serta mampu beroperasi secara mandiri. Warga sekitar juga diharapkan mulai terbiasa memilah sampah dari rumah dan mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos yang bernilai jual.
Irly Lestriani Haba Kore menambahkan bahwa bank sampah memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penjualan sampah yang telah dipilah. Namun, ia menekankan pentingnya pengelolaan dan perencanaan yang baik agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Tim PKM-PM UNWIRA mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam memilah sampah serta pemahaman mengenai konsep bank sampah masih menjadi tantangan utama. Meski demikian, dengan bekal edukasi yang terstruktur dan pendampingan yang intensif, tim optimistis program ini akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan warga Kelurahan Liliba. (nm/ys/ms)