29 May 2026 - Oleh

Kategori :

Prodi Ilmu Komputer UNWIRA Perkuat Literasi Keamanan Siber melalui Kuliah Umum Bersama EC-Council


UNWIRA – Program Studi Ilmu Komputer Universitas Katolik Widya Mandira menggelar kuliah umum bertema Membangun Talenta Siber untuk Era Kerja Digital 5.0 pada Jumat (29/05/2026). Kegiatan ini berkolaborasi dengan EC-Council, lembaga internasional yang bergerak di bidang sertifikasi, pendidikan, dan pelatihan di bidang keamanan siber (cyber security).

Kuliah umum ini menghadirkan Agata Safira, Academic Partnership Manager EC-Council, sebagai pembicara utama melalui Zoom Meeting. Diskusi dipandu oleh Emerensiana Ngaga, S.T., M.T., dan diikuti dosen serta mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer UNWIRA.

Dalam paparannya, Agata menjelaskan bahwa ancaman siber saat ini terus meningkat dan berdampak luas terhadap keamanan data serta privasi masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh masifnya penggunaan internet, rendahnya literasi keamanan digital, serta terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang keamanan siber.

Ia menghubungkan keterbatasan sdm di bidang keamanan siber dengan kekhawatiran mengenai peran manusia yang dianggap akan tergantikan oleh Artificial Intelligence (AI).  Menurutnya, industri tetap membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjaga sistem dan infrastruktur digital dengan baik.

“Karena yang mereka cari bukan saja orang-orang yang dapat bekerja dengan AI atau mampu mengembangkannya, tetapi juga bisa menjaga sistem dan infrastruktur ini dengan baik,” ungkap Agata.

Baca Juga: Mahasiswa UNWIRA Lolos PKM-PM 2026 Lewat Program Bank Sampah Liliba

Oleh karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk aktif meningkatkan kemampuan melalui berbagai sumber belajar dan sertifikasi profesional. Agata menegaskan bahwa selain gelar akademik, sertifikasi juga menjadi nilai tambah yang penting dalam dunia kerja.

“Pakai waktu teman-teman sebaik mungkin untuk bisa berinteraksi dengan banyak orang,” tambahnya.

Agata memperkenalkan sejumlah program yang dimiliki oleh EC-Council yang dapat diakses oleh mahasiswa guna mendapatkan sertifikasi yang diakui industri.

“Kami punya banyak sekali Technical Cyber Security Certification. Sifatnya tidak hanya secara teori, tapi tujuan akhirnya adalah bagaimana kemampuan teknis teman-teman akan berkembang,” jelasnya.

Agata berharap kerja sama antara EC-Council dan UNWIRA dapat terus berlanjut dalam mendukung edukasi dan pengembangan talenta keamanan siber di lingkungan kampus

Sesi diskusi berjalan cukup interaktif. Fenan, salah satu mahasiswa, membagikan pengalamannya terkait pencurian data pribadi akibat penggunaan internet yang semakin masif serta menanyakan langkah preventif yang dapat dilakukan.

Baca Juga: FISIP UNWIRA GELAR KULIAH UMUM: MENAKAR STABILITAS FISKAL NTT DI ERA DESENTRALISASI

Menanggapi Fenan, Agata menyarankan untuk membentuk komunitas belajar yang berfokus pada isu keamanan siber. Ia juga mendorong kampus untuk menyusun peta keamanan siber guna melindungi data, mengelola potensi ancaman, dan memperkuat langkah mitigasi di lingkungan kampus.

Selanjutnya, Veny, mahasiswa semester empat menanyakan hal penting yang perlu didahulukan antara peningkatan teknologi dan peningkatan literasi masyarakat dalam menghadapi ancaman siber.

Menjawab pertanyaan tersebut, Agata menekankan bahwa manusia tetap menjadi faktor utama dalam keamanan siber.

“Kenapa manusia itu menjadi tonggak utama? Karena yang penting secara skill kita akan terus ter-upgrade dan akhirnya kita beradaptasi dengan banyak serangan yang ada,” jelas Agata.

Ia menambahkan bahwa secanggih apa pun teknologi yang digunakan, tetap memiliki keterbatasan sehingga penguatan sumber daya manusia menjadi hal yang sangat penting. Kuliah umum ditutup dengan pesan kepada mahasiswa agar terus mengembangkan keterampilan di bidang keamanan siber sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja digital di masa depan. (ys/ms)