14 September 2026 - Oleh
Kategori :
LCCM UNWIRA 2026 Perluas Ruang Kompetisi Matematika Siswa SMA se-NTT

UNWIRA -- Sebanyak 15 tim dari 11 SMA di Nusa Tenggara Timur (NTT) berkompetisi dalam Lomba Cerdas Cermat Matematika (LCCM) tingkat SMA se-NTT yang digelar oleh Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Katolik Widya Mandira, pada 14–16 September 2026 di Aula St. Hendrikus.
Mengangkat tema “Unggul dalam Nalar, Teguh dalam Budaya, untuk Mewujudkan Generasi yang Cerdas, Berkarakter, dan Berjati Diri”, LCCM tidak hanya menjadi ruang bagi siswa untuk menguji kemampuan matematika, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan sistematis.
Ketua Panitia LCCM 2026, Paulus Puay, mengatakan kompetisi tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan potensi siswa melalui pembelajaran matematika. Selain kemampuan akademik, peserta juga dilatih untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan bekerja sama dalam menyelesaikan persoalan matematika.
“Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan budaya,” tambah Paulus.
Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Matematika UNWIRA, Yohanes O. Jagom, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi seluruh sekolah yang berpartisipasi, termasuk dari luar kota dan kabupaten Kupang.

Menurut Yohanes, kehadiran peserta dan guru pendamping dari berbagai daerah menunjukkan bahwa semangat belajar matematika tidak dibatasi oleh jarak.
“Kehadiran adik-adik serta bapak dan ibu guru pembimbing mencerminkan bahwa kecintaan terhadap matematika bukan soal jarak, tetapi sebuah keingintahuan,” ungkapnya.
Ia berharap LCCM tidak berhenti sebagai ajang untuk menentukan pemenang. Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk memperoleh pengetahuan baru, menemukan inovasi, serta membangun karakter selama mengikuti proses kompetisi.
“Kompetisi bukan soal siapa yang mengangkat piala, tetapi bagaimana setiap peserta bisa mendapatkan pengetahuan baru, inovasi baru atau menumbuhkan karakter yang baik selama berkompetisi,” katanya.
Salah satu sekolah yang ambil bagian dalam LCCM 2026 adalah SMAN 1 Nubatukan, Kabupaten Lembata. Guru pendamping, Damianus Dolu, mengatakan keikutsertaan dalam kompetisi seperti LCCM dapat mendorong motivasi siswa untuk semakin tertarik dan giat belajar matematika.

Menurutnya, kehadiran SMAN 1 Nubatukan juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa siswa dari daerah memiliki kapasitas untuk bersaing dalam kompetisi akademik.
Damianus mengatakan persiapan dilakukan dengan mempelajari materi matematika tingkat kelas XI hingga XII SMA. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan jangkauan informasi yang lebih luas sehingga semakin banyak sekolah dari berbagai daerah di NTT dapat berpartisipasi.
Ia secara khusus menyoroti masih terbatasnya partisipasi sekolah dari daratan Flores dalam penyelenggaraan LCCM.
”Ke depan, saya harap informasi mengenai kompetisi ini lebih disebarkan dari jauh hari, sehingga dapat membuka kesempatan yang lebih besar bagi sekolah-sekolah dari berbagai wilayah NTT untuk ikut ambil bagian,” tutupnya.
Melalui LCCM, Program Studi Pendidikan Matematika UNWIRA tidak hanya menghadirkan kompetisi akademik, tetapi juga menyediakan ruang bagi siswa untuk mengasah nalar, membangun kepercayaan diri, bekerja dalam tim, serta belajar menghadapi tantangan secara sportif. (ys/ms)