avatar

Rektor UNWIRA

  • Periode 2021-2025

Suara Rektor UNWIRA

<p>Salam kasih persaudaraan dalam kebinekaan tunggal ika!</p> <p>Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena pada hari ini kita semua hadir dalam suasana penuh sukacita dan harapan untuk menyaksikan sebuah tonggak penting dalam perjalanan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, yakni pelantikan Rektor periode yang baru (2025-2029).</p> <p>Universitas Katolik Widya Mandira Kupang telah menapaki perjalanan panjang sebagai institusi pendidikan tinggi Katolik yang berkomitmen membentuk insan intelektual yang cerdas, beriman, berbudaya, dan berintegritas untuk bersaksi tentang terang dalam dunia yang terluka. Dalam menjalankan misi mulia ini, Rencana Induk Pengembangan Universitas (RIP Unwira) menjadi pedoman bagi setiap langkah strategis kita. Karena itu, hemat saya, RIP bukan sekadar dokumen administratif, melainkan sebuah visi bersama yang menuntun Unwira menjadi universitas yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakar kuat pada nilai-nilai Katolik, spiritualitas Santo Arnoldus Janssen, dan kearifan lokal Nusa Tenggara Timur.</p> <p>Motto unwira, <em>&ldquo;Ut vitam habeant abundantius&rdquo;</em> &ndash; <em>Supaya mereka mempunyai hidup dalam segala kelimpahan</em> (Yoh 10:10), menegaskan bahwa pendidikan bukan semata proses intelektual, tetapi juga karya perutusan. Karya perutusan kita adalah menghadirkan pendidikan yang bermakna, bermartabat, berdampak, dan berkelimpahan, sehingga setiap mahasiswa Unwira dapat menemukan jalan menuju kehidupan yang penuh kasih, bermanfaat, dan transformatif bagi sesama.</p> <p>Dalam semangat itu, kita diingatkan akan warisan rohani St. Arnoldus Janssen, pendiri Serikat Sabda Allah, pelindung universitas ini, yang menekankan bahwa <em>&ldquo;Pekerjaan terbesar dalam hidup adalah melayani sesama dengan kasih.&rdquo;</em> Dari spiritualitas ini kita belajar bahwa ilmu pengetahuan, penelitian, dan pengabdian masyarakat bukan tujuan pada dirinya sendiri, melainkan sarana untuk menghadirkan kasih Allah yang memberi hidup secara berkelimpahan bagi dunia.</p> <p>Sebagai Rektor baru, saya menyadari bahwa amanah ini bukan sekadar jabatan administratif, melainkan panggilan untuk melayani. Panggilan untuk melayani mengandung makna tanggung jawab moral sekaligus spiritual. Secara moral, saya dipanggil untuk menjaga integritas akademik, menegakkan keadilan, dan menghadirkan universitas yang inklusif serta memberi kesempatan bagi semua. Secara spiritual, saya menyadari bahwa rektor bukanlah penguasa, melainkan pelayan yang dipanggil untuk mengabdikan diri demi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, alumni, dan masyarakat luas. Karena itu, kepemimpinan ini harus dijalankan dengan hati nurani yang jernih, semangat melayani, serta kebijaksanaan yang bersumber dari doa dan refleksi iman. Dengan cara itu, Unwira akan terus bertumbuh menjadi universitas Katolik yang berdaya saing, humanis, dan transformatif.</p> <p>Ke depan, tantangan pendidikan tinggi semakin kompleks. Kita dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga pribadi yang mampu menjadi agen perubahan sosial. Untuk itu, implementasi RIP Unwira menuntut sinergitas dari seluruh unsur Yayasan dan universitas&mdash;pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni. Tidak ada satu pihak pun yang dapat berjalan sendiri. Sinergi adalah kekuatan kita.</p> <p>Lebih jauh lagi, kita juga perlu memperkuat kerja sama dengan Gereja, pemerintah, dunia usaha, mitra kerja dan masyarakat luas. Sinergitas eksternal ini penting agar Unwira sungguh hadir dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan manusia serta kemajuan daerah, bangsa, dan Gereja.</p> <p>Sebelum saya mengakhiri kata sambutan saya ini, izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada pimpinan SVD, Yayasan, Senat Universitas, para dosen dan tenaga kependidikan, para mahasiswa, alumni, serta mitra Unwira yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada saya untuk memulai dan mengemban karya besar dan tugas maha berat ini. Jika akhirnya saya gagal, maka saya akan menepuk dada dengan rendah hati sambil mengakui secara ikhlas bahwa sesungguhnya saya tidak pantas untuk menerima Rahmat Tuhan yang satu ini.</p> <p>Akhirnya, mari kita jadikan semangat St. Arnoldus Janssen sebagai roh penggerak universitas ini: berani bermimpi besar, bekerja keras dengan iman, dan senantiasa terbuka pada bimbingan Roh Kudus. Dengan demikian, Unwira akan tetap setia pada misinya: menghadirkan kehidupan dalam kelimpahan bagi generasi muda, masyarakat Nusa Tenggara Timur, Gereja, dan bangsa Indonesia.</p> <p>Mari kita melangkah bersama, dalam semangat sinergitas, dengan disiplin yang tinggi dan spiritualitas hidup untuk melayani.</p> <p><strong>Terima kasih. Tuhan memberkati kita semua</strong></p> <p>&nbsp;</p>

Kupang, 24 September 2021

Rektor UNWIRA



P. Dr. Philipus Tule, SVD