10 December 2018 - Oleh
Kategori :
UNWIRA Menggelar Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode I TA 2018/2019
8 Desember 2018
Universitas Katolik
Widya Mandira kembali mewisudakan 719 orang sarjana dan pascasarjana pada 8
Desember 2018 di Grand Mutiara Ballroom Kupang. Wisuda yang diselenggarakan ini
merupakan Wisuda Periode I untuk Tahun Akademik 2018/2019.
Dalam Rapat Senat
Terbuka Luar Biasa Wisuda Sarjana Angkatan LVIII dan Pascasarjana Angkatan XXX
ini terdapat 114 wisudawan yang berhasil lulus dengan predikat cumlaude. Dari
jumlah tersebut, lulusan terbaik diraih oleh Elia Simon dari Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris yang lulus dengan IPK 3,89 dari maksimum 4,00.
Dr. Kristoforus Djawa
Djong, M.Pd yang ditunjuk untuk membawakan orasi ilmiah pada wisuda kali ini
membawakan orasi ilmiah yang berjudul Pemrosesan Informasi dalam Menyelesaikan
Soal Cerita Pecahan. Dalam Orasi tersebut, dibeberkan fakta tentang relasi
guru-murid yang masih dipertahankan dalam proses pembelajaran khususnya
matematika. Menurut Dr. Kristo, penyebab ketakutan yang dialami kebanyakan
siswa terhadap pelajaran matematika terjadi akibat proses pembelajaran yang
berpusat pada guru.
Sementara itu dalam
sambutannya Rektor mengemukakan urgensitas penguatan karakter Unwira sebagai PT
Katolik yang sanggup menampilkan keunggulannya khususnya dalam hal kemanfaatan
produk-produk pendidikan, riset serta pengabdian di tengah masyarakat.
“Menyongsong PANCAWINDU UNWIRA pada 2022, kita terus mendorong penguatan
karakter Unwira sebagai PT Katolik dengan menampilkan kekhasan dan
keunggulannya. Semua program studi, riset dan pengabdian/pemberdayaan
masyarakat harus memiliki ciri khas yang menonjol dan selalu berorientasi pada
tingkat kemanfaatannya di masyarakat luas.
Lebih lanjut, dosen
yang mendapat gelar Doktor di bidang Antropologi ini juga menyatakan komitmen
Unwira untuk terus menata diri menanggapi realitas Revolusi Industri Generasi
Keempat 4.0.
Dalam kesempatan yang
sama, Wakil Gubernur NTT yang juga menghadiri wisuda mendapatkan kesempatan
untuk membacakan sambutan Gubernur. Dalam sambutan tersebut, Gubernur
mengingatkan tentang tanggung jawab moral para wisudawan untuk mempergunakan
ilmu yang diperoleh selama masa kuliah. “Tanggung jawab sebagai mahasiswa
barangkali memang telah usai, tapi tanggung jawab atas ilmu dan gelar tersebut
akan terus ada selama hayat dikandung badan.
Wakil Gubernur juga
mengajak para wisudawan untuk mendukung program pemerintah di antaranya
Revolusi Hijau dan Revolusi Biru, Pariwisata, Moratorium Tambang, Moratorium
Pengiriman TKI asal NTT serta permasalahan gizi buruk para balita.
Hadir dalam wisuda
Kepala LL Dikti Wilayah VIII: Prof Dr. I Nengah Gusti Astawa, Dirjen Bimas
Katolik RI: Eusabius Binsasi, Sekda Provinsi NTT : Ben Polo Maing dan jajaran
Forkompida lingkup Pemprov NTT, Pengurus Yapenkar serta ratusan orang tua/wali
para wisudawan/ti.