11 December 2025 - Oleh
Kategori :
UNWIRA Gelar Kuliah Umum: Eksplorasi Mineral Lokal untuk Pengembangan Material Nano

UNWIRA - Program Studi Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Eksplorasi Potensi Mineral Lokal untuk Pengembangan Material Nano: Dari Alam ke Aplikasi” pada Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini berlangsung di Aula St. Paulus Lantai 4, Gedung Rektorat UNWIRA, serta diikuti peserta secara luring dan serta daring melalui Zoom Meeting.
Kuliah umum menghadirkan dua narasumber, yaitu Prof. Indriana Kartini, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Faustina De Yesu Prislila Abi, S.Si., M.Si., dosen Kimia UNWIRA. Kegiatan dipandu oleh moderator Dionisia Hariani Nada, S.Si., M.Sc.
Rektor UNWIRA, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan akademik seperti ini merupakan langkah strategis bagi UNWIRA untuk terus memperkuat kualitas pendidikan tinggi, terutama dalam bidang sains dan riset unggulan.
“Tema hari ini sangat relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur, kaya akan mineral alam yang masih belum banyak dieksplorasi. Pengembangan material nano berbasis potensi lokal menjadi peluang besar bagi dunia riset dan industri,” terangnya.
Baca Juga: UNWIRA Terima Kunjungan Akademik IPDC Dili - Timor Leste
Ia juga menegaskan upaya UNWIRA untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan universitas besar seperti UGM dalam mendorong inovasi yang berdampak bagi masyarakat.
Prof. Indriana Kartini dalam paparannya menjelaskan potensi mineral anorganik di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar material nano. Ia menekankan bahwa riset nano tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan. Berbagai contoh penelitian nano berbasis mineral turut dipaparkan, termasuk aplikasinya pada bidang energi, lingkungan, dan kesehatan.
Sementara itu, Faustina De Yesu Prislila Abi, S.Si., M.Si., mempresentasikan hasil riset awal terkait potensi mineral yang ada di Nusa Tenggara Timur. Ia menyebut bahwa wilayah Kupang, Ende, Manggarai, dan Sumba memiliki jenis batuan dan mineral yang berpotensi menjadi bahan dasar pembuatan material nano.
“NTT memiliki kekayaan mineral yang unik. Ini peluang besar bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengembangkan penelitian yang aplikatif dan berdampak,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Kimia UNWIRA menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan pendidikan sains yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif, relevan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kuliah umum ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada kedua pembicara sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam pengembangan ilmu kimia dan riset berbasis potensi lokal. (ar/ys/ms)