10 July 2026 - Oleh

Kategori :

UNWIRA Luncurkan Program Desa Binaan, 78 Mahasiswa Siap Mengabdi di Desa Nekmese


UNWIRA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) resmi meluncurkan Program Desa Binaan sekaligus melepas 78 mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, selama satu bulan, mulai 10 Juli hingga 10 Agustus 2026.

Peluncuran program dan pelepasan mahasiswa dihadiri oleh Rektor beserta para Wakil Rektor UNWIRA, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, perwakilan Polda NTT, Camat Amarasi Selatan, Kepala Desa Nekmese, perwakilan mitra LPPM dalam pelaksanaan desa binaan, para dekan dan ketua program studi se-UNWIRA, dosen dan asisten pembimbing lapangan, serta mahasiswa peserta KKN.

Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., MA., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa Program Desa Binaan merupakan wujud komitmen UNWIRA sebagai perguruan tinggi untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“KKN desa binaan adalah wujud Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian yang juga sejalan dengan kebijakan nasional Kampus Berdampak,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik dan publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu menciptakan perubahan positif, memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membangun kemandirian desa secara berkelanjutan.

“Kampus harus hadir sebagai mitra pembangunan yang bekerja bersama masyarakat,” tegasnya.

Rektor mengajak mahasiswa untuk menghayati visi UNWIRA sebagai komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dan kreatif, berdasarkan nilai-nilai Kristiani, berwawasan global, dan berakar pada budaya lokal. Visi tersebut, tambahnya, menjadi identitas UNWIRA dalam menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari masyarakat Nusa Tenggara Timur yang kaya akan budaya.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa program desa binaan tidak dimaksudkan untuk membawa perubahan yang mengabaikan identitas lokal, melainkan untuk membangun masyarakat dengan menghargai dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kupang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam, ST., menyampaikan apresiasi kepada UNWIRA atas komitmennya melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.

Baca Juga: UNWIRA Dampingi Warga Nitneo Olah Sampah Organik Jadi Pupuk Cair dari Bahan Sederhana

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas akademik, melainkan tanggung jawab moral dan intelektual untuk hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, memberikan solusi berdasarkan ilmu pengetahuan, serta membangun kemandirian dan kesejahteraan secara berkelanjutan.

Ia juga menilai Program Desa Binaan sebagai program strategis karena menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi yang berpijak pada potensi lokal sekaligus memperkuat pembangunan desa.

“Hadirlah bukan sebagai orang yang paling tahu, tetapi sebagai sahabat yang siap belajar, berkolaborasi dan memberikan kontribusi yang terbaik,” tutupnya.

Kepala LPPM UNWIRA, Yulianti Paula Bria, ST., MT., Ph.D., menjelaskan bahwa mahasiswa akan menjalankan tiga jenis program, yakni program unggulan wajib universitas, program kelompok, dan program individu.

Program unggulan wajib universitas meliputi penurunan kemiskinan dan pencegahan stunting, pelestarian budaya lokal, literasi, air masuk desa, desa digital, serta UMKM go online. Adapun program kelompok disusun berdasarkan permasalahan atau kebutuhan di dusun lokasi pelaksanaan KKN, sedangkan program individu memberikan tanggung jawab kepada setiap mahasiswa untuk menerapkan kapasitas keilmuannya sesuai bidang masing-masing.

“Dengan demikian, kapasitas keilmuannya dapat diterapkan di sana dan itu bisa dikonversikan tidak hanya ke KKN, tetapi juga ke mata kuliah yang relevan dengan program ini,” jelasnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus diseminasi hasil pengabdian, produk dan capaian kegiatan KKN akan dipamerkan dalam pameran yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Agustus 2026 di Desa Nekmese. (ys/ms)