13 July 2026 - Oleh

Kategori :

250 Mahasiswa FEB UNWIRA Dibekali Literasi Keuangan Sebelum Terjun ke 17 Desa di TTU


UNWIRA — Sebanyak 250 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) mengikuti pembekalan Kuliah Kerja Nyata Literasi dan Inklusi Keuangan (KKN LIK) 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Juli 2026. Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Literasi Keuangan, Ekonomi Digital, dan Ketahanan Keluarga Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera", kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke 17 desa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Setelah menyelesaikan pembekalan, para mahasiswa akan melaksanakan KKN dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan. Mereka akan mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan finansial, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal, sekaligus memperkenalkan akses terhadap produk dan layanan keuangan yang legal serta diawasi oleh otoritas berwenang.

KKN LIK 2026 terselenggara melalui kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia Perwakilan NTT, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), serta Larissa Aesthetic Center Kupang. Sinergi lintas lembaga ini menjadi bagian dari upaya pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan literasi keuangan, ekonomi digital, dan ketahanan keluarga.

Pada hari pertama pembekalan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan Training of Trainers (ToT) untuk membekali mahasiswa tidak hanya dengan pemahaman materi, tetapi juga kemampuan menyampaikannya secara efektif kepada masyarakat.

Materi yang diberikan meliputi pengelolaan keuangan keluarga, pengenalan produk dan layanan jasa keuangan resmi, serta berbagai modus kejahatan finansial yang kerap merugikan masyarakat, seperti investasi ilegal berkedok arisan, pinjaman online tanpa izin, hingga penipuan melalui telepon seluler.

Polantoro, Asisten Direktur Kantor OJK Provinsi NTT, mengatakan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke rumah-rumah warga di desa terpencil.

"Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga ke rumah-rumah warga di desa terpencil," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FEB UNWIRA, Dr. Marius Masri, S.E., M.Si., menegaskan bahwa KKN tematik ini menjadi ruang implementasi nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu ekonomi yang telah dipelajari selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.

Pembekalan berlanjut pada hari kedua dengan pendalaman materi dan praktik mengajar. Melalui simulasi, mahasiswa dilatih menyampaikan materi literasi keuangan kepada masyarakat secara komunikatif dan mudah dipahami.

Baca Juga: UNWIRA Jadi Tuan Rumah Literasi Jurnal NTT 2026: Perkuat Kualitas Jurnal Menuju Indeksasi Internasional

Pada hari ketiga, pembekalan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia dan BKKBN. Bank Indonesia membawakan materi mengenai ekonomi dan sistem pembayaran digital, termasuk pemanfaatan QRIS bagi pelaku usaha mikro di desa. Sementara itu, BKKBN memberikan materi tentang ketahanan keluarga sebagai salah satu fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui rangkaian pembekalan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen edukasi di tengah masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dalam membedakan lembaga keuangan resmi dan ilegal, mendorong pelaku usaha mikro memanfaatkan sistem pembayaran digital, serta memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Sebanyak 250 mahasiswa FEB UNWIRA dijadwalkan dilepas pada 17 Juli 2026 sebelum diterjunkan ke 17 desa di Kabupaten Timor Tengah Utara untuk melaksanakan KKN Literasi dan Inklusi Keuangan 2026. (ys/ms)