14 July 2026 - Oleh

Kategori :

Mahasiswa UNWIRA Sosialisasikan Pemilahan Sampah kepada Warga Dusun 4 Desa Nitneo


UNWIRA — Sebanyak 10 mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menggelar sosialisasi pemilahan sampah bersama masyarakat Dusun 4, Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, pada Senin (13/07/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kesadaran warga dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pemilahan sejak dari sumbernya.

Sosialisasi yang berlangsung di salah satu rumah warga tersebut diikuti oleh 10 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, kaum bapak, dan perwakilan pemuda. Grace Monika Mei Corebima dan Yesyurun Afonso bertindak sebagai pemateri, sementara delapan mahasiswa lainnya mendampingi jalannya kegiatan, mulai dari persiapan, simulasi pemilahan, hingga sesi diskusi bersama warga.

Materi yang disampaikan mengacu pada panduan pemilahan dari Bank Sampah Mutiara Timor. Pembahasan meliputi jenis barang yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima, hasil olahan sampah yang dipilah dengan benar, serta langkah-langkah praktis sebelum sampah disetorkan agar dapat langsung diproses oleh bank sampah.

Grace Monika Mei Corebima menjelaskan bahwa sebelum melakukan sosialisasi, seluruh tim terlebih dahulu mengikuti pembelajaran bersama pengelola Bank Sampah Mutiara Timor. Pembekalan tersebut mencakup standar pemilahan, mekanisme penimbangan, hingga alur pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

"Kami tidak ingin datang ke masyarakat dengan tangan kosong. Karena itu kami belajar lebih dulu di Bank Sampah Mutiara Timor supaya apa yang kami sampaikan kepada warga benar-benar sesuai ketentuan mitra dan bisa langsung dipraktikkan," ujar Grace.

Baca Juga: UNWIRA Jadi Tuan Rumah Literasi Jurnal NTT 2026: Perkuat Kualitas Jurnal Menuju Indeksasi Internasional

Sementara itu, Yesyurun Afonso menekankan bahwa masih banyak sampah rumah tangga yang sebenarnya memiliki nilai jual, tetapi tidak dapat diterima karena belum dipilah dengan baik atau masih dalam kondisi kotor. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah menjadi langkah awal yang sangat penting.

"Botol dan kaleng harus dikosongkan dan dibersihkan terlebih dahulu. Jika masih ada sisa isi atau tercampur dengan barang yang tidak diterima, sampah tersebut tidak bisa ditabung," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, warga diajak mempraktikkan lima langkah sederhana, yakni mengosongkan dan membersihkan botol atau kemasan dari sisa isinya, memisahkan botol PET berdasarkan jenisnya, mengelompokkan plastik campur, kertas, logam, dan minyak jelantah ke dalam wadah terpisah, memisahkan sampah residu yang tidak diterima, serta menyetorkan sampah ke titik pengumpulan atau langsung ke Bank Sampah Mutiara Timor sesuai jadwal.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, mahasiswa juga mengadakan simulasi pemilahan menggunakan contoh sampah rumah tangga. Melalui praktik langsung tersebut, warga belajar membedakan jenis sampah yang dapat diterima dan yang harus dibuang sebagai residu.

Kepala Dusun 4, Gerson, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para mahasiswa UNWIRA dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UNWIRA. Selama ini warga membuang sampah tanpa memilah. Semoga ilmu ini bisa terus kami jalankan," katanya.

Melalui kegiatan ini, tim mahasiswa berharap kebiasaan memilah sampah dapat tumbuh di setiap rumah tangga dan tidak berhenti sebatas kegiatan sosialisasi. Selain itu, mereka juga berharap terjalin kerja sama yang berkelanjutan antara masyarakat Dusun 4 dan Bank Sampah Mutiara Timor sebagai mitra dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

"Harapan kami, setelah kegiatan ini warga memiliki kesadaran bahwa sampah bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat menjadi berkah apabila dipilah dengan benar," pungkas Grace. (ys/ms)