08 November 2018 - Oleh
Kategori :
Putri UNWIRA di Korea International Culture and Education
2-6 November 2018
Generasi muda sekarang seolah tak bisa jauh dari internet. Kemudahan mengakses internet menjadi salah
satu alasan utama generasi muda saat ini lebih peka dan cepat tangkap
menghadapi isu ataupun permasalahan dunia.
Isu dan permasalahan ini mampu diselesaikan apabila dibicarakan secara
bersama agar mampu menerapkan solusi-solusi yang aktual untuk mengatasi
permasalahan negara mereka. Mengenai isu-isu dan permasalahan dunia itu pun, International Global Network (IGN) hadir
dan memberikan tawaran bagi generasi muda untuk menyalurkan aspirasi dan ide
mereka melalui kegiatan-kegiatan bertaraf internasional yang sangat membangun
dan inspiratif.
Salah satu
kegiatan yang dilaksanakan di bawah naungan IGN adalah Korea International Culture and Education (K-ICE) yang bertempat di Seoul, Korea Selatan.
Kegiatan ini berlangsung selama lima hari dari tanggal 2 s/d 6 November 2018
dengan jumlah peserta 115 orang sebagai delegasi dari berbagai penjuru dunia.
Kegiatan ini mengusung tema Find
Connections by Exploring Culture and Education in Various Countries. Adapun,
dari sekian banyak peserta kegiatan,
salah satu mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandira Kupang berhasil terpilih
menjadi delegasi asal Indonesia setelah mengikuti seleksi yang diadakan oleh
pihak K-ICE sendiri.
Kristiani
Adventya Melani Ragat, mahasiswi semester satu Program Studi Ilmu Komunikasi,
FISIP, UNWIRA yang akrab disapa Tia ini, sangat bersyukur bisa menjadi salah
satu delegasi dari Indonesia yang berjumlah 6 orang dengan rincian: 2 dari
Jakarta, 2 dari Medan, 1 orang dari Pontianak dan 1 orang dari Kupang. Ia
mengikuti seleksi online yang diadakan oleh pihak panitia dan terpilih dari
12.600 pendaftar.
Selama
kegiatan, Tia juga tidak lupa membagi pengalamannya di sosial media pribadinya,
untuk sekadar memberikan motivasi dan semangat bagi teman-temannya yang juga
mempunyai harapan melihat sisi dunia dari sudut yang berbeda. Ia juga turut
menulis kisah perjalanan dan kesannya selama mengikuti kegiatan K-ICE ini di
akun Facebooknya dan blog pribadinya. KICE ini terdiri dari berbagai macam
kegiatan. Salah satunya adalah Paper
Presentation yang dibagi menjadi dua
sesi yaitu sesi pendidikan dan sesi budaya. Di kesempatan ini, Tia membawakan makalah
tentang permasalahan Belis dan Literasi dari tanah asalnya, NTT. Ia merasa
bahwa kedua hal ini merupakan topik hangat yang sesuai jika disangkutpautkan
dengan isu dan permasalahan mengenai budaya dan pendidikan saat ini di
daerahnya. Ia mengaku bahwa ia mendapat banyak masukan berupa solusi-solusi yang
baik dari delegasi lainnya. Ia pun belajar banyak dari delegasi asal
negara-negara maju yang ditemuinya secara langsung. Tak lupa juga, ia
memperkenalkan NTT kepada para peserta dari negara lain agar suatu saat mereka pun
dapat berkunjung ke NTT.
Selain
itu, ia juga mengikuti Basic Korean Class
dan Korea Student Ambassador Talk oleh mahasiswa/i asal Korea Selatan. Di
akhir kegiatan, mereka juga melakukan City tour
ke tempat-tempat terkenal di Korea Selatan seperti Myeondong Market,
Namsan Tower, Gyeongbokgung Palace, dan masih banyak lagi. Tia yang pernah
meraih Juara 3 Duta Pangan Lokal NTT ini pun mengungkapkan rasa syukurnya baik
kepada pihak Universitas maupun pemerintah dan donatur yang telah
memfasilitasinya. Ia juga menyampaikan bahwa banyak sekali pelajaran dan
pengalaman yang ia dapat, yaitu menjadi mandiri, lebih berani, memiliki koneksi
yang lebih luas, mengenal perwatakan orang luar negeri lebih dekat dan meningkatkan
kemampuan berbahasa Inggrisnya. Ia mengatakan bahwa rasa percaya dirilah yang
membuat ia bisa sampai di titik ini serta dukungan orang tua, teman, dan
kerabatnya. Ia juga berpesan kepada rekan-rekan mahasiswa/i UNWIRA dan para
pembaca agar menggunakan internet dengan lebih bijak. Misalnya, mengikuti
berbagai kompetisi online atau mencari info-info kegiatan dan beasiswa. Ia
merasa kelebihan internet itulah yang bisa menjadi sarana bagi para mahasiswa/i
sekarang lebih cekatan untuk menyalurkan ide dan kreativitas mereka. Ia sendiri
pun mengetahui kegiatan seperti ini melalui internet. Di akhir kata, ia
menyampaikan alasannya yang sederhana untuk maju if you have any dreams, you should go for it, never give up. Lets see the
world from different views