28 January 2022 - Oleh

Kategori :

KKNT-PPM UNWIRA di Nagekeo, Tembusi tantangan, disambut aneka harapan



Sebanyak 50 orang mahasiswa mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata Tematik-Pembelajaran Pemberdayaaan Masyarakat (KKNT-PPM) dari Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang beserta 2 orang  dosen pendamping (Gerardus D Tukan,S.Pd.M.Si dan Krisantus Satrio Wibowo Pedo,ST.MT), tiba di kecamatan Keo Tengah kabupaten Nagekeo, Kamis 27 Januari 2022, pkl 15.00 WITA, setelah menempuh perjalananyang cukup menantang dari Kota Kupang. Perjalanan menggunakan KMP Wilis yang bertolak dari pelabuhan Tenau Kupang, terjadi pada hari Rabu, 26 Januari 2022, pkl 15.00 WITA, dan mengarungi gelombang laut yang sedang kurang bersahabat. Gelombang laut yang tergolong cukup tinggi, seakan menguji ketangguhan tekad para penumpang, teristimewa 52 orang laskar dari UNWRA Kupang tersebut untuk dapat tiba di tujuan perjalanan, guna melaksanakan kegiatan KKNT-PPM dimaksud. 

Bermodalkan tekad bahwa pelayaran yang meskipun cukup menguji adrenalin  tersebut merupakan salah satu upaya rintis jalan bagi kampus UNWIRA untuk lakukan KKN di lokasi yang harus ditempuh dengn langgar laut, maka ke-52 peserta KKNT-PPM utusan UNWIRA yang terdiri dari 20 putri dan 32 putra  ini dapat tiba di pelabuhan Ipi Ede, Kamis 27 Januari 2022, pkl 08.00 WITA, dalam keadaan cukup segar. Tampak tidak ada satu pun yang membutuhkan penanganan khusus akibat nausea (mabuk laut-dalam bahasa Yunani).

Peserta KKNT-PPM Unwira ini pun turun dari kapal dan menuju ke gedung terminal penumpang yang berdiri kokoh di tepi pantai di kawasan pelabuhan Ipi Ende. Gunung Meja yang berdiri kokoh di samping Barat kawasan pelabuhan Ipi Ende, seakan turut memberikan kekuatan bagi para peserta, dengan mengirim udara segar dan cuaca teduh. Di gedung terminal  penupang tersebut, para peserta memulihkan kekuatan fisik melalui sarapan pagi, untuk dapat siap mengarungi perjalanan darat menuju lokasi yang ditujui.

Perjalanan dilanjutkan pada pkl. 10.00 WITA, menggunakan 2 unit bus menuju ke Maunori di Kecamatan Keo Tengah kabupaten Nagekeo. Jarak yang ditempuh sekitar 70,8 Km, yang melewati jalan raya Ende ke Bajawa, dan harus belok ke kiri di pertigaan Nangaroro.  Hujan deras pun menyambut peserta di sini, dan menemani perjalanan peserta menyusur jalan tepi pantai sepanjang kawasan Tanjung  yang berhadapan dengan Teluk Kota Ende dan Pulau Ende. Ruas jalan yang telah dibangun oleh pemda Nagekeo cukup baik sehingga memperlancar perjalanan peserta.

Peserta tiba di Kantor Camat Keo Tengah pada pkl. 15.00 WITA dan disambut oleh  Camat Keo Tengah, Hilde Mutakasi,SH beserta aparat kecamatan dan 5 pimpinan  desa yang merupakan desa-desa lokasi KKNT-PPM Unwira. Para pimpinan desa tersebut yaitu: Kepala Desa Lewangera, Penjabat Kepala desa Kotowuji Timur, Sekertaris Desa Mbaenuamuri, Penjabat Kepala Desa Udiworowatu, dan Kabang PEM desa Kotowuji Barat. Hadir pula Abdul Hamid,  teknis pendamping desa dalam wilayah kecamatan Keo Tengah.

 

Inspirasi bangun BUMDES Bersama

Camat Keo Tengah, Hilde Mutakasi,SH pada sambutan penerimaan peserta di aula Kantor Camat mengemukakan bahwa KKNT-PPM yang dijalankan UNWIRA di kecamatannya, dengan tematik pada penguatan BUMDES, telah menginspirasi pihaknya untuk mencoba menggalang dan menghidupkan BUMDES bersama antar desa. Dikemukakannya bahwa wilayah Keo Tengah yang kaya akan potensi hasil bumi, patut berpikir tentang membangun wadah BUMDES bersama antar desa sebagai wadah penguat BUMDES, peningkatan ekonomi warga, serta mengoptimalkan potensi hasil bumi daerah.

Setiap desa telah berupaya mendirikan BUMDes di desanya masing-masing, dan berjuang menjalankan BUMDESnya dengan berbagai macam tantangan. Melalui kehadiran mahasiswa peserta KKN serta kegiatan tematik BUMDES yang akan dijalankan,  mendorong  kita di Kecamatan Keo Tengah untuk perlu mulai berpikir tentang membangun BUMDES bersama antar desa. Ungkap camat Hilde sambil menyebut tanggal 7 Februari 2022 sebagai kesempatan untuk para kepala desa dan pengelola BUMDES berkumpul dan memulai membicarakan hal ini.

Kami akan mengundang para kepala desa dan pengelolah BUMDES untuk hadir bersama membicarakan upaya mendirikan BUMDES bersama antar desa ini, dan di kesempatan ini kami juga mengundang para mahasiswa peserta KKN serta dosen pendamping untuk hadir guna membantu memberikan pikiran-pikiran guna memperkuat gagasan ini. Demikian Camat Hilde menutup sambutannya dan menyerahkan para mahasiswa peserta KKN ke 5 desa melalui kepala desa atau aparat desa yang hadir menjemput peserta KKNT-PPM dari UNWIRA.

 

Belajar Bersama Masyarakat

            Usai penerimaan secara tingkat kecamatan di kantor camat Keo Tengah desa Udiworowatu, tiap kelompok KKN dibawa ke masing-masing desa lokasi oleh kepala desa atau pejabat desa yang ditugaskan menjemput peserta di Kantor Camat. Desa-desa lokasi KKN memberikan dukungan, tidak hanya melalui utusan yang menjemput di kantor Camat, tetapi juga menyiapkan  kendaraan angkutan peserta ke desanya. Desa Lewangera yang merupakan desa terjauh dari pusat kantor camat Keo Tengah, dan juga merupakan lokasi tejauh dari 31 lokasi KKNT-PPM Unwira, semester ganjil 2021/2022, justru mengirim seluruh aparat desa, yang dipimpin langsung oleh kepala desa, Gabriel So,SH untuk menjemput peserta.

Di puncak pegunungan letak desa Lewangera (Lewa = tinggi), yang juga merupakan kawasan lokasi Perang Lejo tahun 1914 (perang mengusir penjajah Belanda), peserta KKN diterima di kantor desa. Kepala Desa Lewangera. Kepala Desa Lewangera, Gabriel So meminta kepada para peserta untuk membaur bersama warganya dan bersama warga membangun Lewangera melalui ilmu yang dimiliki. Saya baru dilantik jadi Kepala Desa tujuh hari yang lalu, dan menjadi sangat bersyukur karena kedatangan tamu-tamu istimewa yang akan bantu kami dalam proses pembangunnan desa ucapnya.

Di desa Kotowuji Barat (Kobar), peserta KKN UNWIRA diterima kepala desa dan aparat di kantor desa. Kepala Desa Kotowuji Barat, Eman Embu,S.Pd dalam sambutan penerimaannya mengajak peserta KKN untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan belajar bersama masyarakat selama menjalani KKN. Adik-adik datang bukan hanya untuk belajar dari masyarakat, atau mengajari masyarakat, namun belajar bersama-sama dengan warga di sini. Kondisi itu yang harus kita lakukan untuk dapat memupuk dan menjalin kebersamaan selama adik-adik ada di desa ini. Harap Kades Eman, yang selama masa kepemimpinannya, berhasil mendrong BUMDES di desanya memproduksi coklat batangan dengan nama produk Cobar, dan juga merintis produksi minyak daun cengkeh melalui teknik destilasi uap.

Desa Udiworowatu yang menjadi pusat Kecamatan Keo Tengah, kelompok peserta  KKN disambut oleh penjabat kepala desa, Ludgerdus Sale Dandong,S.Hut beserta staf di kantor desa. Dalam smbutannya penerimaan, dikemukakannya bahwa desa Udiworowatu sedang memiliki beberapa hal yang membutuhkan penguatan dan dampingan, seperti Bumdes yang tidak berjalan baik dan staf desa yang perlu diperkuat dalam hal teknologi informasi untuk urusan administrasi desa.

Desa Kotowuji Timur (Kotim) yang berada di puncak perbukitan dan dipenuhi hutan cengkeh sebagai komoditi utama, didatangi 10 peserta KKN yang didampingi dosen Satria Pedo,ST.MT. Peserta  diterima oleh Kepala Desa, Ambrosius Jumat, sekertaris desa Florianus Goa, dan aparat desa lainnya. Kades Ambros mengharapkan agar para peserta KKN dapat hidup membaur dengan warganya yang di pegunungan tersebut, dapat menyesuaikan diri dengan kondisi desanya dan bersama warga berupaya mewujudkan program pembangunan desa.

Desa Mbaenuamuri, yang lebih umum dikenal dengan nama Maunori atau Mbari, menerima 10 peserta KKN dengan berbagai harapan, bahkan tugas-tugas yang diberkan. Desa ini terletak di tepi pantai dan menjadi pusat pertemuan warga kecamatan Keo Tengah, sebab di sini terdapat berbagai sarana umum seperti pasar dan bank. Kepala Desa Mbari, Petrus Sambu Jong dan Sekertaris desa, Florianus Mite,S.IP, menerima peserta KKN dengan harapan agar dapat membaur dengan masyarakat dan bersama warga saling berbagi pengetahuan. Di hadapan peserta KKN, Kades Petrus Sambu bahkan langsung memberikan tugas kepada salah satu peserta KKN, Udin Muhammad Serajawa, mahasiswa Arsitektur UNWIRA, semester 7, untuk harus menggambar desain pembangunan gedung Masjid Mbaenuamuri dan  desain gedung pasar rakyat Mbaenuamuri. Undin yang kebetulan berasal dari desa ini, diberi tugas pula untuk merancang kolam pemandian di desa Udiworowatu***