08 February 2022 - Oleh

Kategori :

Mahasiswa KKN UNWIRA Berikan Contoh Pertanian Dengan Pupuk Organik


Mahasiswa KKNT-PPM UNWIRA di Kelurahan Tarus dalam aneka kegiatan telah turut mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat Tarus terkait persoalan dan peluang dalam pekerjaan mereka. Kehadiran para mahasiswa dari berbagai program studi seperti Akuntasi, Filsafat, Teknik, Sendratasik dan Manajemen ini membentuk kolaborasi internal untuk membantu masyarakat melalui program dalam KKNT-PPM. Salah satu kegiatan yang dilakukan pekan ini adalah program di bidang pertanian mengingat potensi atau peluang usaha di Kelurahan Tarus ini adalah pertanian (7-8/2). Kegiatan yang dimaksud adalah mengolah lahan milik salah satu masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Ari Olang yang bertempat di wilayah RT-2. Pemilik lahan adalah ketua kelompok yaitu Bapak Salis.

Melalui kegiatan ini, para mahasiswa belajar menerapkan pengetahuan di bidang pertanian dan mencarikan solusi bagi masyarakat mengenai problem yang dihadapi dalam bertani. Salah satu problem besar adalah pemanfaatan pupuk kimia yang berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup.  Sambil bekerja, para mahasiswa juga melakukan wawancara terkait persoalan dan peluang dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu dengan pengetahuan sesuai kompetensi prodi mereka melakukan pencerahan dan mendiskusikan solusi atas persoalan, khususnya pupuk kimia dan pemasaran hasil pertanian. Proses dalam membentuk kelompok tani ini  mempunyai tujuan untuk memperoleh bantuan dari pemerintah berupa pupuk kimia , sebab  dalam bertani pupuk menjadi hal yang penting. Jika kami tidak melakukan seperti ini maka pupuk kimia sulit untuk diperoleh sebab harga pupuk kimia sekarang sangatlah mahal, seperti Pupuk Urea harganya per karung Rp. 600.000, jelas bapak Salis sang  pemilik lahan dan ketua kelompok tani. Atas persoalan ini, para mahasiswa menawarkan penggunaan pupuk organik, dan langsung membuat contoh pembuatan bokasi secara sederhana melalui tutorial dengan memanfaatkan internet.

Selain persoalan pupuk kimia, hasil wawancara sambil bekerja membuat bedeng itu pun menunjukkan bahwa ada persoalan pula dalam pengelolaan keuangan kelompok Ari Olang setelah memanen hasil dan memasar hasil pertanian yaitu minimnya pengetahuan dan keterampilan manajemen pemasaran hasil maupun manajemen keuangan pasca pemasaran. Ketika ditanya oleh Oan Lestari salah satu mahasiswa dari Program Studi Akuntasi, diperoleh gambaran bahwa kelompok tani Ari Olang ternyata dibentuk hanya untuk mendapatkan pupuk kimia. Sedangkan urusan kelola uang hasil pemasaran dilakukan masing-masing anggota. Para mahasiswa Akuntansi kemudian memberikan pencerahan mengenai sistem pemasaran yang dapat meningkatkan pendapatan sampai tata kelola keuangan secara sederhana dan investasi melalui koperasi.

Dengan mengolah salah satu bidang untuk pertanian dengan menggunakan pupuk organik, para mahasiswa ini memberikan pencerahan sekaligus contoh perbandingan lahan dengan pupuk kimia dan lahan dengan pupuk organik. Dengan cara ini kiranya para petani dalam kelompok tani ini mendapat pemahaman yang benar dan menjadi perintis dalam penggunaan pupuk organik ke depan, kata Mario, salah satu mahasiswa dari Prodi Ilmu Filsafat penuh harap.

Oleh : Oan Lestari dan Sonny