12 February 2022 - Oleh
Kategori :
Unwira Gelar Kuliah Umum Tentang Merdeka Belajar Kampus Merdeka
Kupang-
Sabtu (12/2/2022) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar
Kuliah Umum dengan tema Sinergitas Perguruan Tinggi Era Merdeka Belajar Kampus
Merdeka. Kuliah umum ini diselenggarakan secara luring di Ballroom St.
Hendrikus Gedung Rektorat dan disiarkan secara live streaming via akun youtube
Unwira. Moderator dalam kuliah umum ini adalah Drs. Marianus Kleden, M.Si.
Kuliah umum ini menghadirkan narasumber Prof. Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si.,
Ph.D, selaku Kepala LLDikti XV.

Profesor.
Drs. Mangadas Lumban Gaol, M.Si., Ph.D berfoto bersama para pimpinan Yapenkar
dan Unwira
Ada pun yang
hadir secara langsung dalam kuliah umum ini adalah Rektor Unwira Pater Philipus
Tule, SVD, para Wakil Rektor, para Dekan, para Kaprodi, Sekprodi, para dosen
dan perwakilan mahasiswa dari masing-masing Prodi.
Kuliah umum
dibuka secara resmi oleh Rektor Unwira, P. Dr. Philipus Tule, SVD. Dalam kata
sambutannya, ia menyampaikan bahwa kuliah umum ini dilaksanakan dalam rangka
membuka proses perkuliahan semester genap Tahun Ajaran 2021/2022 sekaligus
untuk memberikan penjelasan kepada para dosen dan mahasiswa terkait program
Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Mewakili Civitas Akademika Unwira, Pater Rektor
mengucapkan terima kasih atas kehadiran Profesor Mangadas ke Unwira, sekaligus
menyambut baik program MBKM ini. Saya berterima kepada Profesor Mangadas yang
telah hadir di tengah-tengah kami dan untuk pertama kalinya mengunjungi Kampus
ini. Kami menyambut baik program pemerintah yakni Merdeka Belajar Kampus
Merdeka yang memberi peluang belajar lebih fleksibel dan luas bagi para
mahasiswa, ungkap Pater Philipus, SVD. Lebih lanjut, Pater Philipus menuturkan
bahwa dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini, Unwira harus terus
berbenah, meningkatkan sinergitas, berkolaborasi dan menjalankan pendidikan
yang berbasis mahasiswa.

Rektor Unwira,
P. Dr. Philipus Tule, SVD sedang membawakan kata sambutan dalam Kuliah Umum menjelang
pelaksanaan proses perkuliahan semester genap Tahun Ajaran 2021/2022.
Drs. Marianus
Kleden, M.Si, selaku moderator, dalam pengantar diskusi menyampaikan bahwa
tujuan kuliah umum ini adalah untuk membuka wawasan dan mendapat titik terang
mengenai program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.
Mengawali
pemaparannya, Profesor Lumban Gaol memberikan gambaran umum tentang situasi
pendidikan tinggi di NTT. Dia menjelaskan bahwa Provinsi NTT perlu meningkatkan
kualitas pendidikan tinggi di tengah kemajuan dunia secara global dan sebagai
tanggapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dicanangkan Menteri Nadiem
Makarim. Beliau juga menyampaikan bahwa hanya ada dua Program Studi dari 80-an
Perguruan Tinggi di NTT yang berakreditasi A, yakni Program Studi Peternakan
Undana dan Program Studi Teologi Unika St. Paulus Ruteng. Hal ini
disampaikannya sebagai bentuk motivasi bagi para pimpinan dan dosen Unwira
untuk terus berbenah dan bekerja keras bagi peningkatan akreditas institusi dan
program studi. Saya mendorong dan memotivasi para pimpinan, para dosen dan
para mahasiswa Unwira untuk terus bekerja keras meningkatkan kualitas perguruan
tinggi, berkolaborasi, membangun kerja sama dengan perguruan tinggi lain dan
lembaga-lembaga lainnya. Saya juga berharap, dalam waktu dekat Unwira sudah
memiliki guru besar, kata Prof. Mangadas yang disambut applaus meriah dari para
hadirin.
Profesor Lumban
Gaol pun menjelaskan secara detail mengenai program Merdeka Belajar Kampus
Merdeka. Dia menerangkan bahwa hingga saat ini, masih ada masalah yang tak
terhindarkan berkenaan dengan penerapan program MBKM di lapangan. Masih ada dosen
yang belum paham, sehingga pelaksanaannya tidak maksimal. Profesor Mangadas
yang pernah menjabat Wakil Rektor 2 Undana ini juga menjelaskan terkait latar
belakang dicanangkannya program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini. Menurut
dia, latar belakangnya adalah ada masalah link and match (kadang lulusan
tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan), MBKM berpusat pada mahasiswa,
mahasiswa bisa memilih mata kuliah secara bebas dan selama ini proses
perkuliahan hanya terjadi di kelas dan tidak pernah melakukan sosialisasi dan
kolaborasi dengan berbagai lembaga di luar kampus. Sudah saatnya para
mahasiswa kita diberi ruang yang luas untuk mengembangkan diri dan meningkatkan
kreativitas belajar mereka. Mahasiswa harus lebih aktif untuk belajar banyak
hal di luar program studinya, bekerja sama dengan banyak lembaga dan asosiasi,
sehingga para lulusan nanti bukan hanya hasil didikan para dosen di kampus
asalnya tetapi juga pihak lain yang juga berkontribusi bagi proses belajarnya,
jelas Prof. Lumban.

Profesor
Mangadas Lumban Gaol berfoto bersama perwakilan mahasiswa Unwira.
Prof. Lumban
Gaol pun mengingatkan para pimpinan Program Studi dan para mahasiswa harus
lebih aktif dan menjadi ujung tombak pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus
Merdeka ini. Lebih lanjut, Prof. Mangadas pun menerangkan tentang program
magang di perguruan tinggi. Kita perlu meningkatkan program magang di
perguruan tinggi kita. Melalui program magang, lulusan kita bisa cepat terserap
dan siap untuk bekerja. Untuk maksud itu, setiap perguruan tinggi harus
meningkatkan sinergitas, konektivitas dan juga harus relevan dengan kebutuhan
dengan pasar tenaga kerja, tutur Prof. Lumban dengan tegas.
Secara rinci,
Prof. Mangadas juga menegaskan tentang beberapa proyek yang akan dilaksanakan
dalam mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yakni meliputi
studi/proyek independen, proyek di Desa (membangun desa-KKN tematik), proyek
kemanusiaan, proyek wirausaha dan penelitian atau riset. Mahasiswa diberi
ruang seluas-luasnya untuk mengembangkan diri melalui berbagai proyek yang ada.
Mahasiswa ikut membangun desa dengan KKN tematik di desa tertentu, belajar
berwirausaha dan dapat terlibat dalam kelompok tertentu untuk mengadakan penelitian/riset,
kata Prof. Lumban. Dia pun menerangkan bahwa segala kegiatan yang diikuti
mahasiswa dan terbingkai dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka akan
dihitung dalam beberapa SKS.
Profesor Mangadas
juga tidak lupa menyampaikan kelebihan dari MBKM ini. Menurutnya, kelebihan
MBKM adalah ruang belajar menjadi lebih luas, proses pembelajaran tidak hanya
berpusat pada dosen tetapi juga mahasiswa, dunia pendidikan menjadi lebih
efisien dan yang lebih penting adalah menghilangkan paradigma bahwa para
lulusan itu semata-mata sebagai hasil didikan drai satuan pendidikan saja. Sekarang,
sudah harus ada kerja, kolaborasi dan konektivitas.
Selain itu, dia
juga menegaskan bahwa pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini
harus juga didukung oleh Peraturan Rektor dan petunjuk teknis setiap kegiatan
yang hendak dilaksanakan. Berkenaan dengan itu, harus ada penyesuaian
kurikulum, penyiapan SDM dan semua kegiatan itu harus dilaporkan kepada
LLDikti.
Menurut Prof.
Mangadas Lumban Gaol, intinya adalah program ini harus menunjang dan mendukung
pengembangan kompetensi mahasiswa di setiap perguruan tinggi.
Secara umum,
kegiatan kuliah umum ini berjalan dengan baik dan lancar. Para peserta yang
hadir menjalankan protokol kesehatan yang ketat.
Kegiatan kuliah
umum ini diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Pater Rektor Unwira kepada
Prof. Mangadas dan ditutupi dengan foto bersama.