12 February 2022 - Oleh
Kategori :
Mahasiswa KKNT-PPM Unwira di Batakte Jadi Peserta Musrenbang

-Jumat, 11
Februari 2022 Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten
Kupang, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG). Kegiatan yang
bertempat di kantor kelurahan Batakte ini menghadirkan badan permusyawaratan
Kelurahan (BPK) RW, RT, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Para
mahasiswa/i UNWIRA yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata
Tematik-Pembelajaran dan Pemberdayaaan Masyarakat (KKNT_PPM) di kelurahan
Batakte, dilibatkan sebagai unsur dalam peserta MUSRENBANG tersebut, yang
dipimpin langsung oleh Lurah Batakte, Ebenheser Tefu.
Agenda pembangunan kelurahan yang didiskusikan
bersama di dalam forum MUSRENBANG tersebut antara lain: Pengeboran sumur
dan instalasi air ke rumah warga.
Pembuatan 2 unit posyandu baru serta 3 unit Posyandu
Bougenville dan Melati, membuka jalan masuk ke area Kerkof, penambahan asupan
gizi bagi yang kurang gizi atau stunting, pembuatan lampu jalan dalam wilayah
kelurahan, dan bantuan bagi terdampak badai Seroja yang berjumlah 61 kepala
keluarga. Terkait bantuan bencana seroja bagi warga yang terdampak, forum
MUSRENBANG mengikuti alokasi kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah
yaitu bantuan untuk kerusakan ringan sedang dan berat masing -masing Rp.
10.000.000 Rp. 25. 000.000 dan Rp. 50.000.000.
Lurah Ebenhezer menegaskan agar setiap elemen masyarakat untuk
mendukung setiap program yang berkaitan dengan kepentingan umum. Jika ada warga
masyarakat yang ingin mencari tahu lebih lanjut mengenai program kelurahan yang
telah dirancang bersama, mohon bertanya langsung kepada pihak kelurahan, agar
tidak terjadi kesalahan informasi. Diingatkannya pula bahwa hambatan yang
terjadi dalam proses pembangunan dan memperlambat gerak maju pembangunan di
suatu desa atau kelurahan adalah karena minimnya kesadaran
masyarakat dalam mendukung program kerja dari pemerintah setempat. Misalnya ada
warga yang tidak merelakan lahannya untuk dibuka jalan demi kelancaran sistem
transportasi di lingkungan kelurahan.
Lurah Ebenhaezer sedikit memuji kesadaran warga di kelurahannya.
Dikemukakannya bahwa berkat pendekatan yang baik dari pemerintah, banyak
persoalan yang dihadapi bisa diselesaikan dengan baik. Adapun langkah yang
diambil oleh Ebenhezer dalam memecahkan persoalandi tengah warganya
adalah melalui pendekatan kultural dengan berbicara langsung dari
hati ke hati dengan warga yang terkait.
Peserta MURSENBANG pun memberikan tanggapan atas berbagai hal
yang telh terjadi dan yang direncanakan. Bapak Nani Bili, warga RT. 03.
mengemukakan pendapatnya bahwa sejauh ini ada kemajuan dalam memanajemen
Kelurahan Batakte, meskipun masih bersifat gradual. Bili berharap agar
kedepannya tetap mempertahankan apa yang sudah dicapai. Pendeta lsak Y.
Liunome S.Th yang sempat hadir mengangkat lima hal penting yang perlu
diperhatikan dalam merealisasikan program yang telah disepakati. Pendeta Isak
mengemukakannya dalam bentuk lima AS yakni: kerja keras, kerja cerdas,
kerja iklas, kerja tuntas dan dan kerja tegas.
Di akhir pertemuan para hadirin sontak bertepuk tangan ketika
Lurah Ebenhezer menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mahasiswa/i KKNT-
PPM UNWIRA yang sudah berada di tengah warga, yang telah menjadi
warga kelurahan Batakte dan turut merasakan kehidupan bersama masyarakat
Kelurahan Batakte** (*WARTA-NUSANTARA.COM)