15 July 2022 - Oleh

Kategori :

Dosen FF Mengajar Kitab Suci di ISFIT Dili


Menindaklanjuti MoU antara ISFIT Dili dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang untuk kerja sama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Fakultas Filsafat, Rm. Sipri Senda, Pr, diundang mengajar kitab suci untuk mahasiswa Teologi tahun kedua ISFIT (14/7). Dalam kuliah yang disebut “act of joint lecturing” ini, Rm. Sipri, mengisi jam kuliah kitab suci yang diasuh oleh dosen ISFIT, Pe. Antonio Quenser.

Mengingat bahwa sebagian mahasiswa Teologi tahun kedua ini adalah para calon imam dari Keuskupan Agung Dili, Keuskupan Maliana, Keuskupan Baucau dan beberapa kongregasi, maka materi kuliah difokuskan pada Injil Kanonik dan metode praktis pendalaman teks serta penyusunan renungan biblis. Di hadapan mahasiswa berjumlah 24 orang, dosen kitab suci Fakultas Filsafat UNWIRA itu menjelaskan secara garis besar Injil sinoptik dan Injil Yohanes, membuat pilihan teks untuk latihan menganalisis teks secara praktis dan metode menyusun renungan biblis.

“Teks Injil umumnya berupa narasi. Perikop naratif mudah untuk ditelaah dengan teliti. Ada lima unsur yang diteliti yaitu tokoh, tempat, waktu, dialog dan kata-kata. Tokoh tidak saja mengenai manusia tetapi juga hewan, tumbuhan atau benda. Setiap tokoh memiliki peranan yang bisa ditarik nilai spiritualnya untuk kehidupan kristiani. Demikian pula tempat, waktu, dialog atau kata-kata. Kata yang unik, yang biasanya luput dari perhatian dapat disimak dengan teliti dan ternyata ada nilai yang menarik bagi hidup kita.” Jelas Rm Sipri.

Sebagai contoh, para mahasiswa diberi teks panggilan murid perdana versi Lukas yaitu Luk 5:1-11. Ada yang merenung tentang perahu, laut, jala, ikan dan Simon. Semua penggalian teks itu membawa mahasiswa pada penemuan nilai kehidupan yang kemudian ditarik aplikasinya untuk kehidupan. Misalnya ada yang menemukan nilai dari perahu. Pertama perahu menjadi tempat Yesus mengajar, dan kedua perahu sebagai sarana Yesus memimpin penangkapan ikan dengan berhasil, sementara Petrus semalam suntuk gagal. Perahu membawa Yesus untuk menunjukkan kuasaNya dalam mengajar maupun pekerjaan. Setiap kita adalah perahu pilihan Yesus untuk menjadi sarana bagiNya dalam pengajaran firman dan pelaksanaan amanat firman dalam karya hidup yang berhasil.

“Selanjutnya hasil perenungan itu disusun dalam renungan dengan skema lima alinea. Pertama, ungkapan atau anekdot atau kisah sebagai pengantar yang cocok dengan tema perayaan. Kedua, penegasan keterkaitan dengan teks kitab suci. Ketiga, ulasan teks kitab suci hasil pendalaman. Keempat, uraian dan aplikasi pesan teologi atau nilai spiritual bagi kehidupan. Kelima, penegasan pesan dan ajakan penutup.” Pungkas Kaprodi Ilmu Filsafat UNWIRA itu, mengakhiri kuliah di ISFIT.

Rektor ISFIT, Pe. Justino, berharap agar kuliah perdana ini membuka jalan bagi pelaksanaan MoU selanjutnya di waktu mendatang.

Baca juga berita di Website Fakultas Filsafat UNWIRA