02 February 2026 - Oleh

Kategori :

Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA Raih Akreditasi Unggul


UNWIRA – Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK). Capaian ini ditetapkan melalui Keputusan Dewan Eksekutif LAMSPAK Nomor 145/AK.03.05/2025 tertanggal 23 Desember 2025 dan berlaku hingga 23 Desember 2030.

Predikat unggul tersebut menjadi pengakuan atas kinerja Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA dalam memenuhi dan melampaui standar mutu pendidikan tinggi, baik dari aspek tata kelola, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, maupun relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Proses akreditasi dilakukan melalui penilaian komprehensif terhadap berbagai indikator, termasuk kualitas dosen, kurikulum, proses pembelajaran, luaran penelitian dan pengabdian, serta jejaring kerja sama.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA, Inonsensia E. I. Ndiki Satu, S.Sos., M.I.Kom., menjelaskan bahwa indikator akreditasi tidak diposisikan semata sebagai persyaratan administratif, melainkan dijadikan standar internal dalam pengembangan program studi secara berkelanjutan.

“Setiap indikator kami jadikan acuan untuk memetakan aspek yang perlu diperkuat dan diperbaiki, serta luaran yang ingin dicapai. Tujuannya bukan hanya memenuhi penilaian, tetapi membangun fondasi mutu yang berkelanjutan,” ujarnya.

Baca Juga: Program Studi Pendidikan Musik UNWIRA Gelar Pagelaran “Simfoni Congka Sae”

Ia mengakui bahwa sejumlah standar dan kriteria menjadi tantangan serius, terutama terkait konsistensi luaran akademik serta keterhubungan antara perencanaan dan implementasi. Tantangan tersebut diatasi melalui penataan sistem dokumentasi, evaluasi kurikulum secara berkala, serta penguatan aktivitas akademik yang terukur.

Lebih lanjut, Inonsensia menegaskan bahwa kolaborasi dengan mitra eksternal turut berkontribusi signifikan dalam pencapaian predikat unggul.

“Kerja sama dengan industri dan berbagai pemangku kepentingan membuka akses jejaring profesional, memperkuat relevansi pembelajaran, serta memperluas dan memperpanjang hubungan kerja sama. Ke depan, kolaborasi ini akan terus kami kembangkan,” katanya.

Sejalan dengan itu, salah satu dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA, Meylisa Yuliastuti Sahan, M.I.Kom., menilai bahwa proses menuju akreditasi unggul membawa perubahan positif dalam budaya akademik.

“Kesadaran kolektif terhadap mutu meningkat. Perencanaan pembelajaran menjadi lebih terarah, analisis capaian pembelajaran dilakukan secara rutin, dan diskusi akademik antar dosen semakin aktif,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan tridharma perguruan tinggi sebagai strategi utama dalam menjaga kualitas program studi. Dari sisi pendidikan, dosen didorong memastikan kesesuaian materi ajar dengan kebutuhan lulusan. Di bidang penelitian, kolaborasi lintas institusi diperluas untuk meningkatkan akses hibah serta publikasi ilmiah, termasuk di jurnal internasional. Sementara itu, pengabdian kepada masyarakat diarahkan pada kegiatan yang aplikatif dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Dalam pengembangan kurikulum, Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA juga secara aktif melibatkan stakeholder dan alumni melalui tracer study serta evaluasi pembelajaran lulusan.

“Kami tengah bersiap menerapkan Kurikulum OBE. Karena itu, keterlibatan stakeholder dan pengguna lulusan menjadi sangat penting. Industri yang terlibat tidak hanya media, tetapi juga perbankan, perhotelan, dan sektor jasa lainnya,” tambahnya.

Dari sisi mahasiswa, capaian akreditasi unggul disambut dengan rasa bangga sekaligus harapan. Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA, Lupita Meze, menyatakan bahwa predikat unggul meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sebagai bagian dari program studi.

“Status unggul membuat kami lebih yakin dengan kualitas prodi dan lebih percaya diri dalam mengikuti kegiatan akademik maupun nonakademik,” ujarnya.

Meski demikian, mahasiswa berharap predikat unggul tersebut diwujudkan secara nyata dalam pengalaman akademik sehari-hari, mulai dari kualitas pembelajaran di kelas, ketersediaan fasilitas, hingga peluang terlibat dalam penelitian, lomba, magang, dan kolaborasi dengan dunia profesional.

Dengan diraihnya akreditasi unggul, Program Studi Ilmu Komunikasi UNWIRA menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti pada capaian administratif. Predikat ini dipandang sebagai titik awal untuk menjaga konsistensi mutu, memperkuat kolaborasi, serta memastikan kualitas akademik benar-benar dirasakan oleh dosen, mahasiswa, dan masyarakat luas. (ts/ms)