14 February 2022 - Oleh
Kategori :
Mahasiswa KKN Unwira di Desa Baumata Timur, NTT

Mahasiswa Dan Kejernihan
Berpikir
Label paling tinggi dalam
status pendidikan adalah mahasiswa. Dikatakan sebagai label paling tinggi
karena mahasiswa merupakan status terakhir dalam jenjang pendidikan formal.
Sebagai label paling tinggi dalam jenjang pendidikan mahasiswa memiliki tingkat
kapasitas ilmu pengetahuan yang luas.
Memiliki kapasitas ilmu
pengetahuan yang luas, mahasiswa dituntut agar ilmu tersebut kelak dapat
diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Proses pengaplikasian ilmu hanya
bisa terealisasi dengan baik apabila mahasiswa sungguh-sungguh menguasai bidang
ilmu yang dipelajarinya.
Dalam
proses penguasaan bidang ilmu, mahasiswa dituntut untuk memiliki soft
skill (Kemampuan yang tak terlihat yang harus dimiliki, seperti
integritas). Soft skill membantu mahasiswa untuk
menemukan potensinya dan mengukur intensitas intelektualnya.
Ketika
mahasiswa memiliki soft skill maka ia mampu untuk berpikir
jernih. Apa artinya berpikir jernih? Berpikir jernih berarti berpikir apa
adanya, berpikir sesuai konteks. Berpikir jernih berarti berani berpikir
tentang pemberdayaan sekaligus perubahan yang disertai dengan tindakan konkrit.
Berpikir jernih adalah
pedoman yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Ia berfungsi sebagai lampu yang
menerangi perjalanan mahasiswa menuju jalan perubahan yang direncanakan dalam
kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.
Tujuan Mahasiswa Kkn-Ppm
Unwira
Dengan tema Pemberdayaan SDM
Dan Ekonomi NTT Universitas Katolik Widya Mandira Kupang (Unwira) melaksanakan
program KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata-Program Pemberdayaan Masyarakat). Kkn-Ppm
merupakan mata kuliah wajib yang patut dilaksanakan oleh semua mahasiswa
jenjang semester tujuh.
Kkn-Ppm Mahasiswa Unwira
mulai dilaksanakan dari 24 Januari hingga 24 Februari 2022. Para mahasiswa
dibagi perkelompok dengan spesifikasi jurusan yang didampingi oleh satu orang
Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Setiap kelompok dibagi di desa-desa dan di
wilayah Kabupaten yang ada di NTT.
Dengan
pembagian yang cukup spesifik yakni di desa-desa tertentu dan
kabupaten-kabupaten tertentu, lantas apa tujuan dari Kkn-Ppm? Tidak lain adalah
sebagai proses pengaplikasian ilmu yang sudah dimiliki oleh mahasiswa. Di
lokasi Kkn-Ppm mahasiswa dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki
secara komprehensif sesuai dengan soft skill yang dimiliki.
Selain itu, juga sebagai
upaya peningkatan sikap kerjasama, kolaborasi, kerja tim, dan sikap adaptasi
dengan lingkungan yang baru. Mahasiswa juga dituntut untuk keluar dari zona
nyaman, dan berani untuk hidup di tengah masyarakat dengan keragaman budaya
yang mungkin berbeda.
Dalam konteks seperti ini,
mungkinkah pengaplikasian ilmu yang dimiliki mahasiswa di lokasi Kkn-Ppm guna
meningkatkan SDM dan Ekonomi NTT bisa terealisasi secara maksimal dan sungguh
memberdayakan masyarakat?
Proses
perealisasian hanya bisa tercapai secara maksimal bila mahasiswa memiliki soft
skill, kemampuan berpikir jernih dan memiliki kesadaran untuk membangun
masyarakat keluar dari keterpurukan situasi-ekonomi yang lemah.
Untuk sampai pada proses ini,
mahasiswa tidak bisa bekerja sendiri, ia membutuhkan yang lain. Yang lain
di sini adalah teman, aparat desa, dan tentu semua masyarakat. Dengan itu,
kkn-ppm mahasiswa Unwira bukan hanya sebagai pelarian dari kuliah tatap muka,
melainkan sungguh menjadi kuliah kerja nyata yang membawa perubahan dalam
meningkatkan SDM dan daya sosial-ekonomi masyarakat NTT.
Proyek Pemberdayaan
Masyarakat Di Desa Baumata Timur
Baumata Timur adalah salah
satu desa yang menjadi lokasi Kkn-Ppm Unwira. Ada beragam proyek yang dilakukan
oleh mahasiswa kkn guna meningkatkan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan SDM.
Proyek yang dilakukan adalah buah dari rencana dan kejernihan berpikir
mahasiswa, yang senantiasa disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat. Adapun
proyek-proyek itu sebagai berikut.
Pertama,
pencatatan potensi lokal Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan sosialisasi
stunting. Dua proyek ini merupakan agenda wajib kkn-ppm yang dikeluarkan oleh
pihak kampus. Sebagai agenda wajib, dua kegiatan ini dilaksanakan secara rutin
dengan melibatkan aparat desa dan seluruh elemen masyarakat.
Pencatatan potensi lokal
Badan Usaha Milik Desa dimaksudkan supaya masyarakat memiliki kreatifitas untuk
mengelola potensi lokal yang dimiliki. Dengan itu, masyarakat dibimbing untuk
memiliki jiwa kewirausahaan. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan hasil yang
memuaskan dari apa yang dikerjakan secara individu maupun berkelompok.
Sedangkan stunting adalah
adalah masalah gizi kronis yang terjadi pada balita. Karena itu, sosialisasi
stunting dimaksudkan sebagai upaya untuk memberi edukasi kepada masyarakat,
terutama kepada ibu hamil agar bisa menjaga kesehatan, baik kesehatan fisik
maupun kesehatan lingkungan.
Kedua,
pengisian SDGs (Sustainable Development Goals) masyarakat Desa Baumata
Timur. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap hari selama masa Kkn-Ppm.
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menjaga keberlanjutan
kehidupan sosial masyarakat, menjaga pembangunan yang inklusif, dan menjaga
peningkatan kualitas kehidupan ekonomi masyarakat.
Ketiga,
Debat Bahasa Indonesia antar Dusun bagi Siswa-siswi SMA. Kegiatan ini menjadi
agenda khas yang dilakukan di Desa Baumata Timur. Adapun tujuan dari kegiatan
ini adalah meningkatkan public speaking siswa SMA dalam hal
menyampaikan argumentasi yang rasional dan solutif, meningkatkan potensi
berpikir siswa.
Selain itu, untuk menggali
kreativitas siswa terhadap sebuah konsep dan memecahkannya dengan daya
intelektual yang valid, Menumbuhkan kolaborasi (kerja tim) yang utuh dalam
bingkai persaudaraan, dan memperluas horison pengetahuan siswa.
Keempat,
mengajar Siswa-siswi SDN 2 Baumata Timur bahasa Inggris, literasi, musik, dan
komputer. Fokus dari kegiatan ini adalah membimbing siswa-siswi sejak dini
untuk mencintai bahasa asing, membaca dan menulis, mencintai seni, dan
komputer. Sehingga anak-anak bertumbuh dalam khasanah ilmu pengetahuan yang memadai.
Darinya anak-anak dibekali keberanian untuk mampu menemukan dan memiliki soft
skill yang tepat di usia dewasa.
Kelima,
pembuatan gapura desa dan struktur organisasi desa. Wilayah batas desa dan
struktur organisasi desa adalah ikon yang mencerminkan ciri khas sebuah desa.
Karena itu, dua kegiatan ini menjadi agenda yang lakukan dengan tujuan supaya
sebuah desa memiliki batas batas wilayah yang jelas dan juga sistem kerja yang
senantiasa berjalan sesuai dengan struktur organisasi yang utuh dan merata.
Keenam, opus
manuale (kerja tangan) di lingkungan Gereja dan masyarakat. Agenda ini
dilakukan pada setiap akhir pekan maupun pada setiap harinya. Tujuan dari
agenda ini adalah meningkatkan keakraban dalam kasih persaudaraan bersama
masyarakat, mencintai kerja tangan, dan sebagai upaya melatih keseriusan dan
kreatifitas mahasiswa dalam bekerja.
Dengan keenam agenda ini, dan
beberapa agenda lainya, mahasiswa Kkn-Ppm Unwira di Desa Baumata Timur
senantiasa berproses bersama masyarakat dalam mengaplikasikan ilmu, dan yang
lebih penting adalah mahasiswa bisa belajar bersama masyarakat dalam
situasi-situasi konkret yang dihadapi.
Dengan itu, mahasiswa kkn-ppm dibimbing untuk berpikir jernih, untuk
belajar membentuk karakter yang elegan yang berpedoman pada nilai-nilai
religius dan kultural, dan untuk membentuk sikap yang tangguh sebagai pedoman
sekaligus pondasi yang bisa menguatkan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja di
masa-masa mendatang.