21 December 2022 - Oleh
Kategori :
Cerita Singkat tentang St. Arnoldus Janssen dan Beberapa Pertanyaan Penuntun
Cerita Singkat tentang St. Arnoldus Janssen dan Beberapa Pertanyaan Penuntun
Dalam rangka memeriahkan pesta St. Arnoldus Janssen di Kampus Unika Widya Mandira pada tanggal 15 Januari 2023, Panitia akan menyelenggarakan lomba video bercerita bagi anak-anak SD. Lomba itu bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat umum tentang spiritualitas St. Arnoldus Janssen. Guna melancarkan kegiatan tersebut, berikut panitia menyiapkan cerita singkat tentang St. Arnoldus Janssen. Kami juga menyertakan beberapa pertanyaan penuntun yang membantu para peserta lomba video bercerita untuk menyusun cerita mereka sendiri. Para peserta lomba juga bisa membaca kisah hidup Arnoldus Janssen dengan bantuan refrensi lain, seperti buku, majalah, dan tulisan-tulisan di internet.
Santo Arnoldus Janssen: 4B - Bapa Bagi Banyak Bangsa
Oleh: Aurelius Pati Soge, SVD
ARNOLDUS JANSSEN lahir pada tanggal 5 November 1837 di Goch, dataran rendah sungai Rhein, dari pasangan Gerhard Janssen dan Anna Katharina Wellesen. Pasangan ini dikaruniai sebelas anak, tiga di antaranya meninggal ketika masih kanak-kanak. Dari tujuh saudara Arnoldus, lima saudara dan dua saudari, yang menikah adalah saudari tertua yakni Margaretha dan saudara-saudaranya Gerhard, Peter dan Theodor, tetapi Peter tidak dikaruniai anak. Seorang saudaranya yang lain, Wilhelm, menjadi bruder dalam Ordo Kapusin dengan nama Juniperus. Saudaranya yang bungsu, bernama Yohanes, lahir pada 15 Oktober 1853, enam belas tahun lebih muda dari Arnoldus. Dia disuruh Arnold belajar teologi. Sebagai diakon dia bergabung dengan Arnoldus ketika Arnoldus baru saja mendirikan Rumah Misi. Kemudian Yohanes menjadi imam dan pembantu yang sangat penting bagi Arnoldus, tapi meninggal pada tahun 1898 dalam usia empat puluh empat tahun.
Baca juga: Santo Arnoldus Janssen: 4B - Bapa Bagi Banyak Bangsa
Sesudah tiga tahun di sekolah rakyat (1844-1847) dan satu tahun persiapan pada sebuah sekolah rektorat kecil yang baru saja dibuka di Goch, Arnold diterima pada gymnasium keuskupan di Gaesdonck pada perbatasan Belanda dekat Goch. Sebagai siswa ekstern dia menamatkan SMA di Münster pada 1855. Meskipun dia sudah berpikir untuk menjadi imam, - waktu itu umurnya 18 tahun - dia lalu belajar, mengikuti keinginannya, mula-mula matematika dan ilmu pengetahuan alam di Münster (1855-1857) dan di Bonn (1857-1859) lalu dia dapat menyelesaikan pelajaran-pelajaran ini dengan memperoleh wewenang mengajar untuk semua mata pelajaran di SD. Dalam musim panas 1859 dia mulai dengan studi teologi, yang dilanjutkannya di Münster dalam musim gugur 1859.
Pada tanggal 15 Agustus 1861 dia menerima tahbisan imam di Gereja Katedral di Münster. Sesuai dengan latar belakang pendidikannya, imam muda Janssen ditunjuk oleh uskupnya menjadi guru di Hoheren Bergerschule di Bocholt (Westfalen). Di kota itu dia bertugas selama 12 tahun sebagai guru matematika dan ilmu pengetahuan alam, sekaligus memberikan pelayanan pastoral di paroki St. George. Sejak 1865 dia mulai giat dalam "Kerasulan Doa", mula-mula sebagai "promotor", kemudian sejak 1869 sebagai direkturnya, dalam keuskupan Münster. Untuk anggota-anggota perhimpunan doa itu dia menyusun sebuah "Buku saku pedoman penerimaan anggota Kerasulan Doa" dan sebuah "Pedoman Untuk Doa Bersama" yang disebarluaskannya sendiri dengan giat. Untuk bisa lebih bebas melayani kegiatan apostolis sebagai imam yang sudah dimulainya itu, tahun 1873 dia minta supaya dibebaskan dari tugas mengajar di Bocholt. Dia lalu menjadi kapelan untuk suster-suster Ursulin di Kempen. Mulai Januari 1874 dia menerbitkan sebuah majalah populer dengan nama "Der Kleine Herz-Jesu-Bote" (Utusan Kecil Hati Yesus), dengan maksud mencari pelanggan untuk membantu misi "internal", yakni di tanah airnya sendiri; dan terutama untuk membantu misi "eksternal", yakni misi di antara orang kafir. Tidak lama berselang ia menulis gagasan dalam majalahnya tentang perlunya mendirikan sebuah Rumah Misi di Jerman untuk mendidik para misionaris.
Dalam bulan Mei 1874, Arnold Janssen bertemu dengan Mgr. Raimondi, peserta pendiri seminari misi di Milano, Prefek Apostolik dan tidak lama kemudian Uskup di Hongkong, yang kebetulan menjadi tamu pastor Ludwig von Essen di Neuwerk dekat Monchengladbach. Uskup Raimondi mengatakan, bahwa jika tidak ada seorang yang bisa melakukannya, maka hendaknya Pater Janssen yang sendiri mendirikan Rumah Misi yang diperlukan itu. Akhirnya, pada tanggal 8 September 1875, bertempat di Steyl, dalam distrik Tegelen, Belanda, Arnoldus Janssen membuka Rumah Misi "St. Mikhael", yang menjadi Rumah Induk Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini - SVD).
Kendati permulaan yang sangat sederhana dan banyak kesulitan intern selama setengah tahun pertama, tanpa disangka-sangka Rumah dan Serikat Misi itu berkembang mantap. Tahun demi tahun didirikan bangunan yang baru. Jumlah siswa calon imam dan calon bruder terus bertambah, sehingga pada tahun 1900, rumah itu sudah menampung sekitar 650 orang, yaitu sekitar 45 imam, 290 bruder berkaul dan bruder novis serta hampir 320 siswa. Di tempat itu didirikan juga sebuah percetakan yang menerbitkan banyak publikasi, diawali dengan "Der Kleine Herz-Jesu-Bote", dan sejak 1878 diterbitkan majalah bulanan "Stadt Gottes", lalu sejak 1880 "St. Michaelskalender". Pada musim gugur 1877, rumah misi itu mulai dibuka untuk retret umum, yang dari tahun ke tahun menarik ratusan, bahkan ribuan imam dan awam, pria dan wanita untuk mengikuti hari-hari hening dalam Rumah Misi. Dengan demikian Rumah Misi itu diperkenalkan ke lingkungan yang lebih luas. Akan tetapi promosi Rumah Misi itu lebih banyak melalui majalah-majalah yang mencapai oplah yang tinggi. Pada saat kematian Arnoldus (1909), "Der Kleine Herz-Jesu-Bote" (kemudian menjadi "Steyler Missionsbote") mempunyai 41.000 pelanggan, "Stadt Gottes" 220.000, "St. Michaelskalender" 655.000 pelanggan. Di samping itu ada edisi berbahasa Belanda dengan oplah 48.000. Sementara itu, lebih dari 63.600 orang, baik pria maupun wanita, klerus maupun awam, telah mengikuti sebanyak 592 retret di Rumah Misi tersebut.
Di tahun 1888, telah dibuka rumah-rumah misi cabang, yakni di St. Rafael di Roma, St. Gabriel di Modling, Viena Austria, Heiligekreuz (Salib Suci) di Neisse, Silesia, St. Wendel di di Saarland, dan St. Rupert di Bischofshofen, Salzburg. Pada musim panas tahun 1908, diputuskan untuk membuka Rumah Misi yang pertama di Amerika Serikat, yakni St. Mary di Techny dekat Chicago. Selama hidupnya, Arnoldus Janssen telah mengambil alih daerah-daerah misi dan wilayah-wilayah karya di semua benua. Dia sendiri tidak pergi ke daerah misi tetapi ia dapat mengutus lebih dari 800 misionaris (333 imam, 187 bruder, 301 suster) ke Cina (Shantung Selatan), Togo, Papua Nugini, Jepang, Argentina, Brasilia, Chile, dan Paraguay, ke Amerika Utara, juga untuk karya misi di antara orang-orang Negro yang sangat terlantar di bagian Selatan Amerika Serikat. Pada saat itu, perundingan-perundingan mengenai kegiatan misi di Filipina hampir mencapai kesepakatan, sehingga pada 1909 misionaris-misionaris dari Steyl sudah bisa datang ke pulau-pulau tersebut.
Sejak awal Arnold Janssen sudah memahami pentingnya keterlibatan para suster dalam kegiatan misi, tapi baru pada 8 Desember 1889 dia mendirikan Kongregasi Misi Suster-suster Abdi Roh Kudus (Congregatio Servarum Spiritus Sancti - SSpS) yang langsung berkembang pesat, sehingga pada 1909 sudah ada sejumlah 450 suster misi yang berkaul, 80 novis dan 30 postulan. Suster-suster tersebut berkarya di Argentina, Togo, Papua Nugini, USA, Brasilia, Shantung Selatan (Cina) dan Jepang suster-suster SSpS sudah mendampingi para imam dan bruder. Pada waktu mendirikan kongregasi suster misi ini, ia sudah memikirkan mengenai cabang untuk adorasi abadi. Kerinduan itu diwujudkan pada 8 Desember1896, ketika ia mendirikan Kongregasi Suster-suster Abdi Roh Kudus untuk Adorasi Abadi (Congregatio Servarum Spiritus Sancti de Adoratione Perpetua - SSpSAP). Kongregasi kontemplatio ini pun berkembang baik, di mana pada 1909 jumlah mereka sudah mencapai 30 suster, termasuk novis dan postulan.
Karya yang dibangun dan dikembangkan oleh Arnold Janssen, dipimpinnya seumur hidupnya, bahkan pada saat sakit keras pada akhir Oktober 1908. Ketika ia tutup usia pada 15 Januari 1909, ia meninggalkan karya misi dari Steyl yang terdiri dari tiga serikat misi itu dengan mantap. Selama dasawarsa-dasawarsa berikut, kendati menghadapi krisis serta kerugian yang besar akibat dua Perang Dunia dan dalam masa nasional sosialisme, kongregasi-kongregasi ini dapat berkembang terus dan termasuk bilangan yang terbesar dari antara serikat-serikat misi di dalam Gereja. Di atas kuburnya yang terletak di kapela bawah Rumah Misi St. Mikael, Steyl, Belanda, terpahat kata-kata yang menjelaskan siapa dirinya: PATER, DUX, et FUNDATOR - bapa, pemimpin, dan pendiri. Ia sungguh bapa bagi banyak bangsa, pemimpin bagi para misionarisnya, pendiri tiga kongregasi: SVD, SSpS dan SSpSAP.
CATATAN:
Bagi para peserta lomba video bercerita, berikut panitia menyertakan pertanyaan penuntun untuk menyusun cerita singkat tentang St. Arnoldus Janssen. Pertanyaan penuntun di bawah ini hanya untuk membantu peserta lomba untuk menyusun cerita tentang St. Arnoldus Janssen. Para peserta dapat menyusun cerita dengan mencari sumber-sumber lain yang banyak tersedia di buku, majalah, dan internet.
Pertanyaan Penuntun:
- Bagaimana kisah hidup St. Arnoldus Janssen saat masih kecil dan berada dalam keluarganya? Kisahkan juga bagaimana pengalaman masa kecil St. Arnoldus Janssen dalam keluarga yang mempengaruhi spiritualitasnya, baik sebagai imam maupun pendiri SVD!
- Bagaimana kisah panggilan St. Arnoldus Janssen menjadi imam?
- Bagaimana pergulatan St. Arnoldus Janssen saat hendak mendirikan SVD?
- Kisahkan bagaimana usaha dan perjuangan St. Arnoldus Janssen dalam menopang kehidupan SVD saat masa-masa awal pendiriannya!