06 May 2026 - Oleh

Kategori :

FST UNWIRA Gelar Kuliah Umum tentang Pengembangan Obat Berbasis Etnomedisin dan Kecerdasan Buatan


UNWIRA - Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Katolik Widya Mandira menyelenggarakan kuliah umum bertajuk  “Penemuan Senyawa Aktif Obat Melalui Pendekatan Etnomedisin dan Kimia Komputasi”. Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri, di antaranya Universitas Citra Bangsa (UCB), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes), Universitas Nusa Cendana (UNDANA), Universitas Tribuana (UNTRIB) Kalabahi-Alor, serta Universidade Católica Timorense (UCT) Timor Leste.

Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kimia dan pengembangan obat, yakni Dr. apt. Burhan Ma’arif ZA., M.Farm. (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dan Dr. Maximus M. Taek, M.Si., (Universitas Katolik Widya Mandira).

Ketua Program Studi Kimia FST UNWIRA, Gertreda Lakumakulita, S.Si., M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi wadah akademik untuk memperluas wawasan mengenai penelitian dan pengembangan tanaman obat yang memiliki manfaat besar bagi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa potensi tanaman obat lokal perlu terus dikembangkan melalui riset ilmiah yang berkelanjutan. Menurutnya, forum akademik seperti ini tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarperguruan tinggi dalam menghasilkan produk-produk inovatif berbasis bahan alam.

“Kerja sama yang berkesinambungan antarakademisi sangat diperlukan agar pengembangan tanaman obat dapat memberikan kontribusi nyata sebagai alternatif pengobatan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Baca Juga: Rayakan Dies Natalis ke-41, Prodi Ilmu Pemerintahan UNWIRA Gelar 3 Panggung 1 Gerakan dengan Tema “Alarm Buruh”

Lebih lanjut, Gertreda berharap pengelolaan dan pengembangan tanaman obat dapat menjadi salah satu keunggulan Program Studi Kimia FST UNWIRA dalam mendukung perkembangan ilmu kimia di masa depan. Hal tersebut, katanya, dapat diwujudkan melalui dedikasi dosen dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. apt. Burhan Ma’arif ZA., M.Farm. mengemukakan pendekatan terintegrasi in silico dan kecerdasan buatan dalam penemuan senyawa aktif obat, mulai dari struktur molekul hingga prediksi aktivitas biologis. Ia mengulas pendekatan penelitian di bidang kimia dan farmasi yang memanfaatkan simulasi komputer, algoritma, serta pemodelan matematika untuk mempelajari struktur, sifat, dan interaksi molekul dalam proses penemuan obat.

Sementara itu, Dr. Maximus M. Taek, M.Si., menyampaikan materi bertema pendekatan kimia dalam pengembangan obat berbasis etnomedisin. Ia menjelaskan bahwa etnomedisin merupakan sistem pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun oleh suatu etnis dan berakar pada kearifan lokal masyarakat setempat.

Kuliah umum ini diharapkan dapat memperkuat kolaborasi riset antarperguruan tinggi dalam pengembangan obat berbasis bahan alam, sekaligus mendorong lahirnya inovasi ilmiah yang bermanfaat bagi masyarakat. (nm/ys/ms)