18 May 2026 - Oleh

Kategori :

PISMA X UNWIRA Resmi Dibuka


UNWIRA - Pekan Seni dan Ilmiah Mahasiswa (PISMA) X Universitas Katolik Widya Mandira resmi dibuka pada Senin (18/05/2026) di Aula St. Hendrikus, Lantai 4, Gedung Rektorat dengan tema "Golden Horizon: Synergizing Global Innovation and Local Wisdom for a Resilient Future". Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Rektor UNWIRA, Wakil Rektor III, perwakilan dari mitra dan sponsor, serta para peserta lomba.

PISMA X melibatkan berbagai perguruan tinggi mulai dari lokal hingga internasional, di antaranya Universitas Katolik Widya Mandira, Universitas Nusa Cendana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Indonesia Santo Paulus Ruteng, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, Universitas Persatuan Guru 1945 NTT, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng, Universitas Putra Batam, Universitas Timor, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, Universitas Royal, Politeknik Negeri Tanah Laut, dan Universitas Pembangunan Panca Budi, Universitas Lampung, Universitas Triatma Mulya, STIKes Panti Rapih Yogyakarta, Universitas Sains dan Teknologi Ekonomi Digital Indonesia, Universitas Baiturrahmah, Universitas Darussalam Gontor, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, dan Cheng Siu University (Taiwan).

Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., MA., mengatakan bahwa PISMA bukan sekadar agenda tahunan, melainkan peluang strategis untuk menumbuhkan kreativitas, intelektualitas, solidaritas, dan karakter generasi muda yang tangguh dan unggul.

“Dunia saat ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepekaan sosial serta budaya,” terangnya.

Baca Juga: “Satu Klik” Karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNWIRA Raih Juara 2 Festival Film Kavinya LLDIKTI Wilayah XV 2026

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti PISMA menjadi penting karena memadukan dua kekuatan besar dalam diri manusia, yakni ilmu pengetahuan dan seni. Menurutnya, ilmu pengetahuan membentuk cara berpikir kritis dan rasional, sedangkan seni membentuk kehalusan budi, kepekaan rasa, dan kemampuan mengekspresikan nilai-nilai kemanusiaan.

“Ketika keduanya berjalan bersama, lahirlah insan akademik yang utuh, manusia yang mampu berpikir tajam sekaligus berhati lembut,” katanya.

Pater Stef berpesan agar melalui berbagai perlombaan yang digelar, mahasiswa dapat menunjukkan potensi terbaik, membangun jejaring persahabatan, serta menumbuhkan budaya akademik yang sehat dan kompetitif.

“Kemenangan sejati bukan hanya tentang memperoleh juara, tapi keberanian untuk mencoba, belajar dari proses, menghargai perbedaan, dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,”tekannya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan seluruh panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.

“Satu dekade PISMA menunjukkan bahwa mahasiswa UNWIRA tidak pernah berhenti berpikir, berkarya, berinovasi, dan menjaga semangat untuk terus bertumbuh,” ungkapnya.

Baca Juga: Jelang PISMA X 2026, Panitia PISMA UNWIRA Mulai Lakukan Persiapan

Ia menilai tema yang diangkat sangat relevan dengan tantangan zaman dan menjadi panggilan bagi generasi muda saat ini. Ia mendorong mahasiswa untuk mampu mengubah potensi lokal menjadi kekuatan global.

Melalui berbagai perlombaan yang dilaksanakan, ia berharap PISMA menjadi ruang lahirnya ide-ide besar, persahabatan baru, dan mimpi-mimpi yang terus dijaga.

Ketua Panitia PISMA, Eusebius Samudra Putera Seran, menjelaskan bahwa PISMA X menghadirkan tiga dimensi perlombaan. Pada tingkat internasional terdapat lomba pidato, esai, video pendek, dan pembawa acara. Tingkat nasional meliputi debat ilmiah, rencana bisnis, dan inovasi digital. Sementara tingkat LLDikti Wilayah XV mencakup lomba solo pop putra dan solo pop putri, serta tari kreasi.

Selain perlombaan, kegiatan ini juga akan diramaikan dengan talkshow dan pameran UMKM. PISMA X dijadwalkan berlangsung selama enam hari hingga 23 Mei 2026. (ys/ms)