22 June 2026 - Oleh
Kategori :
Prodi Administrasi Publik UNWIRA Bekali Mahasiswa Strategi Kompetisi Akademik dan Penyelesaian Tugas Akhir

UNWIRA – Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), mengadakan seminar bertajuk “Penguatan Kapasitas Mahasiswa Administrasi Publik dalam Kompetisi Akademik dan Penyelesaian Tugas Akhir”. Kegiatan yang ditujukan untuk mahasiswa semester 2 dan 4 Program Studi Administrasi Publik UNWIRA ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai kompetisi akademik serta menyelesaikan tugas akhir secara terarah dan berkualitas melalui pembekalan pengetahuan, strategi, dan pengalaman praktis dari para dosen.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 22-23 Juni 2026 di Aula St. Hendrikus dan menghadirkan Drs. Marianus Kleden, M.Si., Dr. Indriyati, S.IP., M.Si., Dr. Yohanis Nurak Siwa, S.Pd., M.Pd., Maria Agustin L. Amaral, S.E., M.M., serta Kristianus S. H. Molan, S.Sos., M.A.P., sebagai narasumber.
Dr. Yohanis Nurak Siwa, dalam paparannya mengenai kebijakan dan strategi program PKM dan PPK Ormawa, menekankan pentingnya menjadikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) sebagai budaya akademik dan kemahasiswaan di UNWIRA, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan menjelang tenggat waktu.
“Program-program tersebut harus diposisikan sebagai sarana strategis untuk mendukung kebijakan nasional Kampus Berdampak, pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), dan peningkatan kinerja SIMKATMAWA,” katanya.
Baca Juga: Fakultas Hukum UNWIRA Resmi Buka Pendidikan Khusus Profesi Advokat
PKM dan PPK Ormawa, lanjutnya, perlu dipandang sebagai wahana pembelajaran yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan kontribusi terhadap mutu lulusan dan reputasi perguruan tinggi. Melalui program ini, mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, pemanfaatan teknologi, kepedulian sosial, serta kemampuan memahami konteks masyarakat.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan dalam kompetisi dan program pemberdayaan masyarakat dapat membantu mahasiswa membangun portofolio, memperluas jejaring, meningkatkan kepercayaan diri, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Sementara itu, Maria Augustin Lopes Amaral menegaskan bahwa proposal yang baik bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat untuk menawarkan solusi yang logis, terukur, dan berdampak.
“Penyusunan proposal harus dimulai dari identifikasi masalah nyata yang didukung data, kemudian dirumuskan solusi yang sesuai, indikator keberhasilan yang terukur, serta dampak yang ingin dicapai,” terangnya.
Ia menjelaskan ketiga program yang memiliki fokus berbeda. PKM menitikberatkan pada kreativitas mahasiswa dan luaran akademik, PPK Ormawa berorientasi pada pemberdayaan masyarakat sekaligus penguatan kapasitas organisasi kemahasiswaan, dan P2MW berfokus pada pengembangan usaha mahasiswa yang berkelanjutan.
Maria Augustin Lopes Amaral juga menguraikan berbagai faktor yang menentukan keberhasilan proposal, yaitu relevansi dengan skema program, kebaruan ide, bukti pendukung yang kuat, metode yang realistis, indikator yang terukur, serta rencana keberlanjutan setelah pendanaan berakhir.
Di sisi lain, kesalahan yang sering menyebabkan proposal gagal antara lain judul yang tidak fokus, latar belakang yang minim data, metode yang hanya berupa daftar kegiatan, RAB yang tidak sesuai panduan, serta luaran yang tidak jelas.
Sebagai penutup, ia mengajak mahasiswa menyusun draf mini proposal yang memuat judul, masalah, solusi, luaran, indikator, dan rancangan anggaran.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan, keterampilan, serta motivasi mahasiswa untuk menghasilkan karya akademik yang berkualitas dan inovatif. Selain itu, seminar ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh strategi praktis dalam menyusun tugas akhir serta membangun jejaring akademik yang mendukung pengembangan prestasi selama masa studi. (ys/ms)