23 June 2026 - Oleh

Kategori :

Prodi Administrasi Publik UNWIRA Bekali Mahasiswa Menentukan Topik Penelitian yang Berkualitas dan Berdampak


UNWIRA – Hari kedua penyelenggaraan seminar Program Studi Administrasi Publik bertajuk “Penguatan Kapasitas Mahasiswa Administrasi Publik dalam Kompetisi Akademik dan Penyelesaian Tugas Akhir” kembali berlangsung di Aula St. Hendrikus, Gedung Rektorat UNWIRA, Selasa (23/06/2026).

Drs. Marianus Kleden, M.Si., Dr. Indriyati, S.IP., M.Si., Kristianus S. H. Molan, S.Sos., M.A.P., hadir sebagai narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa.

Dr. Indriyati, Ketua Program Studi Administrasi Publik, dalam paparan materinya tentang kebijakan penyusunan skripsi dan mekanisme pengajuan skripsi menekankan bahwa penyusunan skripsi harus mengacu pada Rencana Induk Penelitian (RIP) UNWIRA, roadmap penelitian dan pengabdian FISIP 2022–2027, dan bidang kajian yang relevan dengan program studi dan pengembangan ilmu Administrasi Publik.

Menurutnya, keselarasan antara topik penelitian mahasiswa dengan arah pengembangan penelitian fakultas dan universitas menjadi hal penting untuk meningkatkan kualitas serta kontribusi akademik hasil penelitian.

“Mahasiswa harus mengajukan topik penelitian yang sesuai dengan bidang kajian program studi dan mengikuti prosedur akademik yang telah ditetapkan sebelum memperoleh persetujuan pembimbing,” tekannya.

Sejalan dengan itu, Kristianus S. H. Molan, Sekretaris Program Studi Administrasi Publik, menekankan bahwa penelitian Administrasi Publik yang baik juga perlu memperhatikan agenda prioritas kebijakan pemerintah pusat Indonesia yang menjadi arah pembangunan nasional serta Pilar Pembangunan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi fokus pembangunan daerah.

“Dengan demikian, penelitian yang dilakukan tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian masalah pembangunan,” kata Kristianus.

Baca Juga: Prodi Administrasi Publik UNWIRA Bekali Mahasiswa Strategi Kompetisi Akademik dan Penyelesaian Tugas Akhir

Kristianus menjelaskan bahwa mahasiswa dapat memulai proses penentuan topik penelitian dengan mengidentifikasi masalah di lingkungan sekitar, menghubungkannya dengan isu-isu strategis administrasi publik, menentukan fokus penelitian yang spesifik, memilih teori dan pendekatan yang tepat, serta menyusun rancangan penelitian yang sesuai dengan kebutuhan akademik maupun praktis.

Ia menambahkan bahwa pemetaan yang baik akan membantu mahasiswa menemukan topik penelitian yang relevan, memiliki nilai kebaruan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun pemerintah.

Sementara itu, Marianus Kleden yang membawakan materi tentang pendekatan kuantitatif dan kualitatif menjelaskan bahwa penelitian tidak didasarkan pada asumsi atau penilaian subjektif, melainkan pada pengumpulan data dan fakta.

“Sebuah fenomena harus dipahami melalui pertanyaan-pertanyaan yang menggali latar belakang, kondisi sosial, ekonomi, dan faktor-faktor yang memengaruhinya,” terang Marianus.

Ia juga menegaskan bahwa tidak ada metode penelitian yang paling sempurna. Setiap pendekatan memiliki keunggulan dan keterbatasan masing-masing, sehingga pemilihan metode harus disesuaikan dengan objek, tujuan, dan kebutuhan penelitian.

Melalui seminar ini, mahasiswa Administrasi Publik diharapkan semakin memahami prosedur penyusunan tugas akhir, mampu menentukan topik penelitian yang relevan dan berkualitas, serta memiliki bekal metodologis yang memadai untuk menyelesaikan skripsi secara sistematis dan sesuai kaidah akademik. (ys/ms)