19 August 2026 - Oleh
Kategori :
Fakultas Filsafat UNWIRA Buka Semester Ganjil, Teguhkan Pendidikan Berpusat pada Martabat Manusia di Era AI

UNWIRA - Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira resmi membuka Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Rabu (19/8/2026). Pembukaan semester ditandai dengan perayaan Ekaristi dan dilanjutkan dengan Lectio Brevis atau kuliah umum bertema “Relevansi Magnifica Humanitas dalam Aktualisasi Misi Pendidikan Keuskupan Agung Kupang dan Kegiatan Akademik Fakultas Filsafat UNWIRA Kupang Tahun Ajaran 2026/2027”. Kuliah umum ini diikuti oleh para dosen, pegawai, dan seluruh mahasiswa Fakultas Filsafat UNWIRA.
Mgr. Hironimus Pakaenoni sebagai narasumber menyoroti relevansi ensiklik Magnifica Humanitas terhadap perkembangan dunia modern, khususnya pengaruh teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) terhadap kehidupan manusia dan dunia pendidikan. Menurutnya, perkembangan teknologi harus ditempatkan dalam kerangka yang tetap menjunjung tinggi martabat manusia.
Mgr. Roni menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak boleh menjadikan manusia sekadar objek, angka, atau data statistik. Pendidikan harus memandang manusia sebagai subjek yang memiliki martabat, kebebasan, kemampuan berpikir, dan tanggung jawab.
“Pendidikan sejati selalu berpusat pada martabat kemanusiaan dan memandang manusia sebagai subjek, dan bukan objek atau data statistik,” tegas Mgr. Roni.
Baca Juga: KKN Tematik Ilmu Komputer UNWIRA Dorong Digitalisasi UMKM di Kota Kupang
Di sisi lain, Mgr. Roni juga mengingatkan bahwa Gereja tidak dipanggil untuk menghindari perkembangan teknologi. Sebaliknya, teknologi perlu dikuasai dan dimanfaatkan secara bijaksana sebagai bagian dari pelaksanaan misi Gereja di tengah perubahan zaman.
“Kita dipanggil bukan untuk melarikan diri dari teknologi, tetapi untuk menguasai teknologi sebagai sarana perutusan,” ungkapnya.
Kegiatan pembukaan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 menjadi momentum bagi Fakultas Filsafat UNWIRA untuk memperteguh kembali identitas akademiknya di tengah perkembangan teknologi dan AI yang semakin pesat, agar tetap menempatkan manusia, martabatnya, serta tanggung jawab moral dan sosialnya sebagai pusat proses pendidikan. (jf/ys/ms)