30 November 2020 - Oleh

Kategori :

Mahasiswa UNWIRA Juara Favorit PKM-PSH -3 PIMNAS ke -33 Tahun 2020


          

        Mahasiswa UNWIRA meraih juara favorit PKMPSH -3 PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) ke -33 tahun 2020. PIMNAS adalah tahap terakhir dari pelaksanaan kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. PIMNAS menjadi wadah  berskala nasional bagi mahasiswa peserta dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia yang karya ilmiahnya dinyatakan layak untuk dipresentasikan. Tahun 2020 ini, PIMNAS mewadahi 8 bidang PKM, antara lain Kewirausahaan (PKM-K), Penelitian Eksakta (PKM-PE), Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH), Karsa Cipta (PKM-KC), Penerapan Teknologi (PKM-T), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M), Gagasan Tertulis (PKM-GT), dan Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK). Namun, sehubungan dengan penyelenggaraan PIMNAS yang dilakukan secara daring, terdapat penyesuaian ketentuan dan luaran untuk beberapa bidang PKM. Tuan rumah kegiatan ini yakni Universitas Gajah Mada yang kemudian meraih juara 1 umum. Waktu pelaksanaan kegiatan itu cukup lama yakni sejak November 2019 dan sempat tertunda karena pandemi Covid­-19.


UNWIRA yang diwakili oleh Prodi Ilmu Komunikasi membentuk tim PKM yang terdiri dari tiga orang mahasiswa yakni Kristiani Adventya Melani Ragat (Ketua tim) semester V, Chandel Abineno semester V, dan Dunstan Obe semester VII). Ketiganya didampingi oleh ibu Fransiska D.  Setyaningsih,  M. Si, dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi. Ketiganya mengirimkan proposal penelitian sosial humaniora pada bulan Desember 2019 dan menerima pengumuman kelulusan untuk didanai pada bulan Agustus 2020. Pada akhirnya tim PKM UNWIRA ini lulus proposal penelitian sosial humaniora dengan judul penelitian "Unsur Puitis dalam Tradisi Natoni Masyarakat Desa Taiftob Mollo Utara Berdasarkan Perspektif Semiotika Peirce". Selanjutnya waktu presentasi dimulai pada tanggal 26 November 2020 di PKMPSH kelas 3 melalui zoom dengan tiga orang juri.  Akhirnya pada tanggal 28 November 2020 diumumkan para pemenang perlombaan melalui streaming YouTube akun UGM yang mana tim PKM UNWIRA berhasil meraih predikat favorit untuk kategori PKMPSH kelas 3. Menurut dewan juri, predikat ini diberikan kepada kelompok dengan ide gila, inovatif, dan kreatif.


Tim PKM UNWIRA - dari kiri: Chandel Abineno, Kristiani Adventya Melani Ragat, Dunstan Obe


Ketua tim PKM UNWIRA mengatakan bahwa proses penelitian itu dilakukan secara daring termasuk presentasinya. Kami memulai penelitian serba daring karena ketentuannya tidak boleh pergi ke tempat penelitian,  cukup kumpulkan data sekunder dan analisis untuk tulis narrative review sebagai luarannya. Setelah itu,  presentasi hasil pertama dan kami lulus seleksi untuk melaju ke PIMNAS  tahun 2020 yang berlangsung secara virtual dari tanggal 24-29 November 2020. Kami diharuskan mengirim poster,  artikel ilmiah,  dan presentasi, kata wanita dengan sapaan akrab Tia itu.


            Ia juga menambahkan bahwa masa pandemi Covid-19 seharusnya dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa untuk menciptakan inovasi baru dan tidak pesimis terhadap kemampuan pribadi masing-masing. Perjuangan satu tahun di tengah pandemi yang parah ini,  tidak harus mematahkan semangat kita khususnya mahasiswa dalam menciptakan berbagai inovasi baru,  berkreasi, dan unggul dalam bidang akademik.  Covid-19 ini menjadi penantang yang harus bisa dilewati mahasiswa zaman sekarang dengan kehadiran media digital dan kemampuan mengoperasikan teknologi. Jadi,  tidak boleh pesimis kalau pandemi hanya menurunkan kualitas diri sebagai mahasiswa.  Kalau mahasiswanya niat dan mau usaha, semuanya bisa terjadi, tegas mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi itu.


            Kedua rekannya juga mengungkapkan perasaan terharu dan harapan agar mahasiswa UNWIRA khususnya dan segenap mahasiswa di daratan Nusa Tenggara Timur untuk terus berkreasi.  Chandel Abineno mengungkapkan bahwa Jujur kami sudah pasrah & tidak berpikir sama sekali akan menang. Tetapi, puji Tuhan juara favorit di tingkat nasional membawa nama UNWIRA menjadi bukti usaha kami selama setahun dan persembahan diri kami sebagai mahasiswa merdeka lewat presentasi dan menjawab pertanyaan dari para reviewer serta juri. Saya harap predikat ini mampu menjadi motivasi bagi teman-teman Unwira lainnya untuk bisa bergabung di PIMNAS selanjutnya dan bersaing di tingkat nasional maupun internasional untuk membuktikan kualitas kita dari timur Indonesia. Selain itu saya bahagia karena bisa membanggakan kampus,  orang tua,  teman-teman, dan bisa bertemu dengan teman-teman se-Indonesia walaupun secara virtual.  Ini unik dan tak akan pernah terlupakan.


            Rekan lainnya Dunstan M.  Obe juga menyampaikan bahwa Kegiatan ini bagus untuk mengaktifkan refleksi tentang pentingnya penelitian dalam ilmu pengetahuan. Yah di lain sisi, kegiatan ini membuat saya mempertajam sense saya tentang pentingnya mencintai pengetahuan. Kerja sama dan kerja keras dalam tim menjadi nilai-nilai penting yang diajarkan secara implisit. Yah senang dapat kenalan baru. Pesannya: semoga dilaksanakan secara luring, biar bisa naik pesawat dan kenal lebih banyak kawan lalu memperluas jaringan.


            Dengan prestasi ini, UNWIRA juga mengukir rekor lainnya yakni menjadi satu-satunya Universitas di NTT yang dapat melaju ke PIMNAS dan sekaligus mengukir sejarah untuk pertama kalinya UNWIRA masuk sampai ke PIMNAS. Selain itu UNWIRA juga menjadi satu-satunya Perguruan Tinggi anggota APTIK (Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik) yang masuk PIMNAS.

*** Fr. Ertus Sie, SVD ***