11 July 2024 - Oleh

Kategori :

Mahasiswa FEB UNWIRA Siap Laksanakan KKN di TTS


UNWIRA – Sebanyak 143 mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira, dilepas oleh Dekan FEB, Dr. M. E. Perseveranda, M.Si., untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) selama satu bulan. Acara pelepasan ini berlangsung pada Rabu (10/07/2024) di pelataran Kampus UNWIRA Merdeka dan dihadiri oleh Dosen Pendamping Lapangan serta panitia KKN.

Baca Juga:Mahasiswa KKN FEB UNWIRA Sosialisasikan Pembuatan Kerajinan dan Pemasaran Daring di Desa Penfui Timur

Dalam arahannya kepada mahasiswa, Dekan FEB menyampaikan bahwa KKN merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan.

“Kalian harus mampu menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat dengan ilmu yang sudah didapatkan di bangku kuliah,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu bersikap terbuka dan mau belajar dari masyarakat desa serta menampilkan diri apa adanya.

“Jangan merasa tahu segalanya. Apa yang kamu ketahui, sampaikan. Apa yang kurang kamu ketahui, sampaikan juga dengan jujur,” tegasnya.

Baca Juga: Fakultas Ekonomika dan Bisnis UNWIRA Adakan Pembekalan KKN

Paskalis Salu, salah satu peserta KKN di Desa Boentuka, mengungkapkan pandangannya mengenai pembekalan KKN yang telah diterima.

 “Saya merasa sangat bersyukur karena semua materi yang diberikan kepada kami, khususnya tentang literasi keuangan dan investasi bisa menambah wawasan saya dan pasti akan sangat berguna bagi masyarakat desa,” ungkapnya.

Paskalis menyebut bahwa literasi keuangan dan investasi dapat menjadi langkah preventif untuk menghindarkan masyarakat desa dari investasi ilegal. Oleh karena itu, ia berharap program kerja tersebut dapat berjalan dengan baik.

Baca Juga: Campus Ministry UNWIRA Bina Kerohanian Mahasiswa Melalui Camping Rohani

Sementara itu, Andreas Kornelis Sole, peserta KKN yang ditempatkan di Desa Kesetnana mengatakan akan mengingat pesan-pesan Dekan FEB dengan baik.

“Ibu dekan berpesan agar kami perlu bertanggung jawab terhadap sesama anggota kelompok. Kami juga perlu menjaga tutur kata dan perilaku selama menjalankan KKN,” terangnya.  

Andreas juga berkomitmen untuk menerapkan semua ilmu yang telah dipelajari dengan sungguh-sungguh.

(Penulis: Yosefa Saru)