25 May 2026 - Oleh
Kategori :
Pemerintah Kabupaten Flores Timur Sambut Mahasiswa MBKM FISIP

UNWIRA - Pemerintah Kabupaten Flores Timur secara resmi menyambut kedatangan mahasiswa peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Katolik Widya Mandira, pada Senin (25/05/2026). Penyambutan tersebut dilakukan oleh Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, S.Fil., sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa. Turut hadir, Wakil Dekan II, Dr. Urbanus Ola Hurek, M.Si., sebagai perwakilan FISIP dalam penyambutan tersebut. Kegiatan penerimaan mahasiswa berlangsung penuh kehangatan dan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik.
Sebanyak 56 mahasiswa akan menjalankan program MBKM di Kecamatan Lewolema dengan penempatan pada tujuh desa, yakni Desa Bantala, Desa Painapang, Desa Riangkotek, Desa Sinar Hading, Desa Balukhering, Desa Ile Padung, dan Desa Lewobelen. Selama pelaksanaan program, mahasiswa diharapkan dapat berbaur dengan masyarakat serta berkontribusi melalui berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan sesuai kebutuhan desa masing-masing.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Flores Timur menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa MBKM yang dinilai dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan masyarakat desa.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa MBKM di Kabupaten Flores Timur, khususnya di Kecamatan Lewolema. Kehadiran adik-adik mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, membangun relasi yang baik dengan masyarakat, serta menjadi bagian dari semangat pembangunan desa,” ungkap Ignasius Boli Uran.
Baca Juga: Debat Ilmiah Nasional PISMA X 2026 Hadirkan Peserta dari Berbagai Perguruan Tinggi
Sementara itu, Dr. Urbanus menegaskan bahwa program MBKM menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial di tengah masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kerja sama, dan pengabdian.
“Program MBKM bukan hanya tentang pengabdian, tetapi juga proses belajar mahasiswa di tengah masyarakat. Kami berharap mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kampus dan membangun pengalaman sosial yang bermanfaat bagi masyarakat maupun bagi pengembangan diri mereka sendiri,” jelasnya.
Kegiatan ini menjadi langkah awal kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menciptakan pengalaman belajar yang berdampak nyata bagi mahasiswa maupun masyarakat di Kabupaten Flores Timur. (ys/ms)