04 June 2026 - Oleh
Kategori :
ICAT 2026 dan RITEKTRA XII Resmi Dibuka, Hadirkan 29 Paper Ilmiah dari Dalam dan Luar Negeri

Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) resmi membuka rangkaian kegiatan International Forum, International Conference on Applied Technology (ICAT) 2026 yang diselenggarakan bersamaan dengan Seminar Nasional Riset dan Teknologi Terapan (RITEKTRA) XII pada 4–5 Juni 2026. Konferensi ini diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNWIRA bekerja sama dengan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya dan Fakultas Teknik UNWIRA.
Ketua Panitia ICAT 2026 dan RITEKTRA XII, Yovina Carmeneja Hoar Siki, S.T., M.T., dalam laporan panitia menyampaikan bahwa konferensi tahun ini mengangkat tema "Water, Waste Management and Circular Economy" dengan semangat "Resilient Water, Circular Resources, Sustainable Communities, and Collaboration for the Future."
Menurut Yovina, tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap berbagai tantangan global yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya air, pengelolaan limbah, perubahan iklim, serta kebutuhan akan pembangunan berkelanjutan.
“Tantangan-tantangan tersebut membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Konferensi dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan sesi luring di Aula St. Paulus dan Gedung Ilmu Komputer Universitas Katolik Widya Mandira dengan partisipasi daring melalui platform konferensi virtual. Model ini memungkinkan keterlibatan peserta dari berbagai daerah dan negara sekaligus memperluas jejaring akademik dan profesional.

Yovina menjelaskan bahwa penyelenggaraan ICAT 2026 mendapat dukungan dari berbagai mitra nasional dan internasional, antara lain APTIK, ASEACCU, Taiwan Tech, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), National Science and Technology Council (NSTC) Taiwan, serta sejumlah institusi lainnya.
Pada tahun ini, panitia menerima 29 makalah ilmiah, terdiri dari 14 paper internasional dan 15 paper nasional. Seluruh makalah telah melalui proses review akademik dan dinyatakan layak untuk dipresentasikan dalam konferensi.
“Pencapaian ini mencerminkan antusiasme dan komitmen para peneliti dalam berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui forum akademik yang berkualitas,” kata Yovina.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Universitas Katolik Widya Mandira Kupang sebagai tuan rumah, para keynote speaker, pembicara undangan, reviewer, moderator, sponsor, institusi mitra, serta seluruh anggota panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Baca Juga: Mahasiswa UNWIRA Lolos PKM-PM 2026 Lewat Program Bank Sampah Liliba
Melalui forum internasional ini, panitia berharap dapat menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, memperkuat kolaborasi riset dan inovasi teknologi, serta membangun kemitraan strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami berharap hubungan yang terjalin melalui konferensi ini dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutup Yovina.
ICAT 2026 dan RITEKTRA XII menjadi salah satu forum ilmiah internasional yang menegaskan komitmen Universitas Katolik Widya Mandira dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kemanusiaan melalui kerja sama lintas disiplin dan lintas negara.
Pada konferensi ini juga UNWIRA resmi menjalin kerja sama dengan Taiwan-Indonesia Science and Technology Innovation Center (TI-STIC) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU). (ys/ms)