13 June 2026 - Oleh
Kategori :
Seminar Nasional VISTA 7 Arsitektur: Merancang Keselarasan, Hidup Berkelanjutan

UNWIRA – Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira menggelar seminar nasional VISTA 7 dengan tema “Arsitektur Ramah Lingkungan: Merancang Keselarasan, Hidup Berkelanjutan” pada Sabtu (13/06/2026) di Aula St. Paulus, Gedung Rektorat UNWIRA.
Ketua Panitia Pelaksana, Ir. Richardus Daton, MT., mengatakan bahwa fokus utama VISTA tahun ini adalah menggali, mendiskusikan, dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian mutakhir yang berpusat pada konsep keberlanjutan, baik dalam skala mikro bangunan maupun makro kawasan. Menurutnya, Arsitektur ramah lingkungan (sustainable architecture) saat ini bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah urgensi yang menuntut integrasi antara teknologi modern, efisiensi energi, dan kearifan lokal.
“Diperlukan sebuah wadah untuk mendiskusikan gagasan-gagasan kritis serta mempublikasikan hasil penelitian terkini guna menjawab tantangan tersebut,” jelas Richardus.
Melalui integrasi perspektif teoritis-akademis serta praktik empiris, seminar ini diharapkan dapat memperkuat peran arsitektur dalam menciptakan lingkungan binaan yang lebih sehat, hemat energi, adaptif terhadap kondisi lokal, serta tetap menghargai nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Baca Juga: LPPM UNWIRA Bekali 97 Mahasiswa Untuk Program Desa Binaan
Seminar Nasional VISTA 7 menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Prasasto Satwiko, Ph.D., Guru Besar Program Doktor Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yu Sing, Arsitek sekaligus Pendiri Studio Akanoma, serta Apridus K. Lapenangga, S.T., M.T., Dosen Program Studi Arsitektur UNWIRA.
Kegiatan seminar dibagi dalam dua sesi utama. Sesi pleno berisi pemaparan materi oleh para narasumber yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Sementara itu, sesi paralel difokuskan pada presentasi artikel ilmiah dan makalah hasil penelitian dari para akademisi dan peneliti yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sesi ini melibatkan 40 pemakalah yang hadir secara daring maupun luring.
Seminar ini diikuti oleh peserta dari sejumlah perguruan tinggi, lembaga pemerintah, praktisi profesional, dan masyarakat umum. Beberapa perguruan tinggi yang terlibat antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Pembangunan Jaya, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Riau, dan Universitas Udayana.
Seminar Nasional VISTA merupakan agenda ilmiah yang secara konsisten menjadi wadah pertukaran gagasan, pengalaman, dan hasil penelitian di bidang arsitektur. (ys/ms)