13 June 2026 - Oleh

Kategori :

Fakultas Filsafat UNWIRA dan PT Kanisius Selenggarakan Peluncuran dan Bedah Buku


UNWIRA - Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) dalam kolaborasi dengan Penerbit PT. Kanisius menyelenggarakan acara peluncuran dan bedah buku berjudul “Tirani Meritokrasi dan Gerakan Murka Demokrasi”, karya P. Petrus Tan, SVD., S.Fil., M.Th., M.Fil. Acara peluncuran ini dilaksanakan pada Sabtu (13/6/2025) di Aula St. Hendrikus, Gedung Rektorat UNWIRA dan menghadirkan Prof. Dr. F. Budi Hardiman serta RD. Yasintus Runesi, S.Fil., M.Hum., sebagai pembedah.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III UNWIRA, Dr. Yohanis Nurak Siwa, S.Pd., M.Pd., yang memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara ini. Ia berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial belaka, tetapi mampu menjadi ruang lahirnya pemikiran kritis yang memiliki luaran bermanfaat bagi masyarakat luas.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Eksekutif PT. Kanisius, Mg. Sulistyorini, turut mengapresiasi kemitraan yang terjalin dengan Fakultas Filsafat UNWIRA melalui penerbitan buku ini. Ia berharap kehadiran PT Kanisius tidak hanya terwujud melalui penerbitan buku, tetapi juga melalui pelayanan dialog literasi dan budaya.

“Buku ini merupakan jembatan strategis untuk pengembangan PT Kanisius lebih jauh di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkapnya.

Baca JUga: Seminar Nasional VISTA 7 Arsitektur: Merancang Keselarasan, Hidup Berkelanjutan

Proses peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku secara simbolis oleh penulis kepada Wakil Rektor III serta perwakilan peserta yang hadir.

Sementara itu, dalam sesi bedah buku, Prof. Budi Hardiman, menilai bahwa karya ini menyajikan konteks yang sangat kuat dan aktual terkait kondisi sosial-politik Indonesia saat ini, khususnya mengenai krisis empati dari kelas penguasa.

“Buku ini sungguh beresonansi dengan demonstrasi yang terjadi pada Agustus tahun lalu. Hilangnya perasaan komunitas, solidaritas sosial, dan empati kemanusiaan. Hal-hal itu cukup jelas diderita oleh rezim yang sekarang berkuasa,” jelas Prof. Budi.

Sementara itu, Romo Sintus Runesi, berpendapat bahwa buku ini memiliki kaitan erat dengan polarisasi kelas sosial yang diakibatkan oleh sistem ekonomi politik modern.

“Pertarungannya di antara soal akumulasi, soal properti, soal kekayaan, soal uang, dan soal kesejahteraan. Jadi, sebenarnya ada titik pertemuannya di situ, antara orang yang merasa terhina karena dia miskin dan orang yang merasa arogan karena dia berprestasi,” terangnya.

Melalui buku ini, penulis pada dasarnya ingin membedah secara tajam mengenai argumen moral di balik sistem meritokrasi serta dampak nyatanya secara sosial.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemantik bagi Fakultas Filsafat UNWIRA untuk semakin peka terhadap situasi masyarakat dan terus memberikan sumbangan pemikiran yang konstruktif dan bermanfaat. (jf/ys/ms)