02 September 2026 - Oleh
Kategori :
Petakan Kemampuan Sejak Awal, Lembaga Bahasa UNWIRA Gelar English Preparatory Week bagi Mahasiswa Baru

UNWIRA - Lembaga Bahasa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) menggandeng Program Studi Bahasa Inggris menggelar English Preparatory Week, program pelatihan bahasa Inggris intensif selama satu minggu yang wajib diikuti mahasiswa baru Program Studi Bahasa Inggris. Program ini dirancang untuk memetakan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sejak awal sekaligus memberikan pembelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.
Kegiatan berlangsung setiap hari mulai pukul 08:00 hingga 12:00 WITA dan dilanjutkan dengan sesi belajar mandiri pada pukul 13:00 hingga 15:00 WITA. Pada hari pertama, mahasiswa mengikuti tes menggunakan British Council English Core Test untuk mengetahui kemampuan bahasa Inggris berdasarkan standar internasional Common European Framework of Reference (CEFR).
Kepala Lembaga Bahasa UNWIRA, Dr. Bernardus K. Danibao, M.Ed., menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kerja sama Lembaga Bahasa dan Program Studi Bahasa Inggris sebagai strategi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sejak awal masa perkuliahan.
“Berdasarkan tes yang terstandar itu, awalnya kami ingin mengetahui kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekarang berada di level apa, berdasarkan standar internasional yang disebut CEFR atau Common European Framework of Reference,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemetaan, mahasiswa dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu elementary, intermediate, dan upper intermediate. Setiap kelompok kemudian memperoleh materi pembelajaran yang disesuaikan dengan level kemampuan masing-masing selama satu minggu.
Menurutnya, pemetaan tersebut membantu dosen mengenali kompetensi mahasiswa sejak dini sehingga pendampingan dapat diberikan sesuai kebutuhan.
“Kalau kami sudah tahu levelnya seperti itu, proses membantu mereka menjadi lebih mudah. Kami jadi tahu siapa dan bagaimana cara membantu mereka,” tambah Kepala Lembaga Bahasa.
Selain menjadi dasar untuk menentukan pembelajaran, hasil pemetaan juga menjadi pijakan bagi kampus untuk melakukan tracking perkembangan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa dari semester ke semester hingga lulus. Program Studi Bahasa Inggris menargetkan setiap lulusan mampu mencapai standar level B2 atau Upper Intermediate.
Meskipun diwajibkan bagi mahasiswa baru Program Studi Bahasa Inggris, program ini juga terbuka bagi mahasiswa dari program studi lain di lingkungan UNWIRA yang ingin mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisnya. Bernard berharap program studi lain dapat berkoordinasi dengan Lembaga Bahasa untuk menghadirkan program serupa yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa masing-masing.
“Kami di sini menerima semua mahasiswa, tidak hanya dari Prodi Bahasa Inggris. Jika kamu ingin bergabung, silakan datang. Dibuka setiap hari, dari jam 8 sampai jam 3 sore,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Kepala Lembaga Bahasa didampingi Sekretaris Lembaga Bahasa, Simforianus Mario Bajo, S.Pd., M.Pd., serta dua staf lainnya, Anto dan Arven. Mereka bersama-sama mendampingi rangkaian kegiatan mulai dari tes, pengelompokan level, hingga pembelajaran selama satu minggu.
Melalui English Preparatory Week, Lembaga Bahasa UNWIRA berharap mahasiswa dapat memulai perjalanan akademiknya dengan kemampuan bahasa Inggris yang lebih terarah, terukur, dan terus berkembang hingga mencapai standar kompetensi yang diharapkan. (ts/ys/ms)