18 September 2026 - Oleh
Kategori :
UNWIRA Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Gempa Flores

UNWIRA — Universitas Katolik Widya Mandira menyalurkan bantuan sembako kepada mahasiswa yang terdampak bencana gempa di Flores. Penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat (18/09/2026) di Ruang Biro Administrasi Umum, Gedung Rektorat UNWIRA.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 144 mahasiswa UNWIRA tercatat terdampak bencana gempa. Dalam kegiatan tersebut, disampaikan bahwa UNWIRA berhasil menghimpun donasi sebesar Rp. 146 juta, termasuk dukungan Rp100 juta dari Yayasan Pendidikan Katholik Arnoldus (YAPENKAR) serta sumbangan dari para donatur, JPIC SVD, anak-anak SD, SMP, SMA, dan Radio Trilolok.
Dana yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk bantuan sembako, tetapi juga difokuskan untuk membantu biaya SKS semester ganjil tahun akademik 2026/2027 bagi mahasiswa terdampak. Proses verifikasi data mahasiswa masih terus dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan secara tepat sasaran.
Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, S.Fil., MA, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas Civitas Academica dan berbagai pihak kepada mahasiswa yang terdampak bencana.
"Ini bukan orang-orang kaya yang membantu. Ini antara kita, dari kita, oleh kita, dan untuk kita, sekaligus untuk solidaritas," ujar Pater Stefanus.
Selain bantuan kepada mahasiswa, UNWIRA juga menyiapkan langkah lanjutan melalui Fakultas Teknik. Tim ini akan melakukan survei ke wilayah Mbay, Nagekeo, guna melihat kebutuhan pembangunan kembali rumah yang lebih tahan gempa. Kegiatan ini rencananya akan menjadi bagian dari KKN Tematik dan KKN khusus mahasiswa.

Sementara itu, JPIC SVD Timor melalui Br. Yohanes Arman, SVD, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas kerja sama berbagai pihak dalam mendukung mahasiswa terdampak bencana. Bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan kepedulian berbagai pihak terhadap kondisi mahasiswa yang terdampak gempa di Flores.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 147 paket sembako disiapkan untuk disalurkan. Paket bantuan disesuaikan dengan jenis dan jumlah sembako yang berhasil dihimpun, dengan sebagian paket berisi beras dan sebagian lainnya tanpa beras.
Penyaluran bantuan ini menjadi bentuk kepedulian UNWIRA bersama para donatur dan mitra terhadap mahasiswa terdampak bencana, sekaligus diharapkan dapat meringankan kebutuhan mereka agar tetap dapat melanjutkan perkuliahan di tengah kondisi pascabencana. (ts/ys/ms)