07 June 2026 - Oleh
Kategori :
Semangat Pancasila Membara di Perpustakaan UNWIRA: Sepuluh Finalis Terbaik Adu Kemampuan dalam Lomba Resensi Buku

UNWIRA - Sepuluh finalis terbaik dari berbagai program studi mempresentasikan resensi buku mereka dalam puncak lomba resensi buku yang digelar UPT Perpustakaan Pusat UNWIRA dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, pada Sabtu (06/06/2026).
Kesepuluh finalis tersebut adalah Arnoldus Jansen Goru (Administrasi Publik), Grace Weru Malana (Ilmu Pemerintahan), Paulus S. Sebho (Administrasi Publik), Vincentius Hendrik Niha (Ilmu Komunikasi), Febriyanti K. S. Pawe (Pendidikan Biologi), Dominikus Jiminto Wani (Pendidikan Musik), Jovitha K. Neonane (Bimbingan dan Konseling), Leonardus Gunawan (Bahasa Inggris), Marianus Carol Joka (Ilmu Pemerintahan), dan Januaris G. Kalli (Arsitektur).
Rektor UNWIRA, P. Dr. Stefanus Lio, SVD., S.Fil., M.A., menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila bukan sekadar konsep abstrak, melainkan sesuatu yang harus dihayati dalam kehidupan sehari-hari.
“Semangat Pancasila itu dimulai dari hal-hal kecil: datang tepat waktu, menghormati perbedaan, dan menjaga kebersamaan. Nilai-nilai itu adalah fondasi penting yang harus kita temukan dan cintai bersama,” ujarnya.
Pater Stef juga menyampaikan ucapan selamat kepada para finalis yang telah melewati proses seleksi yang ketat dan dinilai layak tampil dalam babak penentuan.
Dalam sesi presentasi, para finalis mengulas buku-buku yang membahas berbagai topik mulai dari filsafat, ideologi, hingga moral dan tata negara. Salah satu finalis memaparkan pentingnya membaca dalam mengkritisi gagasan-gagasan besar yang berkembang di masyarakat. Ia juga menyoroti bahwa Pancasila sebagai ideologi hidup yang selalu terbuka untuk diinterpretasikan, memunculkan pertanyaan mendasar tentang siapa yang berhak menjadi penjaga dan penafsir otentiknya.
Dewan juri yang terdiri dari Meylisa Yuliastuti Sahan, S.I.Kom., M.I.Kom. (Dosen Ilmu Komunikasi), Dra. Theresia Wariani, M.Pd. ( Dosen Pendidikan Kimia), dan Pater Petrus Tan, SVD., S.Fil., M.Th. (Dosen Ilmu Filsafat) memberikan catatan kritis yang konstruktif kepada seluruh peserta. Menurut para juri, sebagian besar naskah telah memenuhi kriteria resensi yang baik, namun masih perlu penguatan pada aspek sistematika ide, kedalaman catatan kritis, dan kemampuan membandingkan buku yang diresensi dengan karya-karya lain yang relevan.
“Kemampuan untuk merumuskan konsep dan menyampaikannya dalam bahasa yang jernih itu tidak datang begitu saja. Butuh latihan, butuh membaca banyak, dan butuh keberanian berpikir,” tutur Pater Peter.

Para juri juga menegaskan bahwa penilaian berlangsung sangat kompetitif dengan selisih nilai yang amat tipis antarpeserta bahkan hingga angka di belakang koma. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh finalis memiliki kemampuan yang setara dan merupakan yang terbaik di antara puluhan peserta.
“Perbedaan angka tidak mengurangi kualitas kalian. Kalian semua kompetitif, dan itu yang penting,” tambah Pater Peter.
Ketua Panitia, Silvester Suhendra, S.Ptk., turut memberikan pesan inspiratif kepada para peserta dan mahasiswa UNWIRA. Ia mendorong Civitas Academica untuk menjadikan Perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan ruang hidup yang membangun budaya baca dan tradisi intelektual.
“Perpustakaan adalah rumah ilmu. Jangan hanya datang ketika butuh, tapi jadikanlah ia bagian dari keseharian kita,” pesannya.
Baca Juga: Fakultas Filsafat UNWIRA Resmi Buka Festival Philosophia Sapere Aude Ke-5
Setelah melalui proses penilaian yang panjang dan cermat, Grace Weru Malana berhasil meraih juara pertama, disusul Leonardus Gunawan sebagai juara kedua, dan Jovitha K. Neonane menempati juara ketiga. Sementara itu, penghargaan khusus sebagai juara favorit diberikan kepada Marianus Carol Joka.
Lomba resensi buku ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi membaca dan menulis kritis terus tumbuh di lingkungan akademik UNWIRA. Semangat Pancasila yang diusung bukan hanya tertuang dalam tema, tetapi tercermin dalam proses kompetisi yang jujur, terbuka, dan menghargai keberagaman latar belakang keilmuan para peserta. (mm/ys/ms)