26 May 2026 - Oleh

Kategori :

FEB UNWIRA Gelar Seminar Nasional Bahas Sinkronisasi Kurikulum OBE


UNWIRA – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Katolik Widya Mandira menggelar Seminar Nasional bertema Sinkronisasi Kurikulum Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan Kebutuhan Dunia Kerja dan Transformasi Ekonomi Global pada Selasa (26/05/2026), di Aula St. Paulus UNWIRA secara luring dan daring melalui Zoom Meeting.

Seminar ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi, yakni Prof. Dr. Werner Ria Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP., Theresia M. Florensia, S.E., M.Ec.Dev., Dr. Fajri Muharja., serta Dudi Pratamo, S.E.T., M.Ak., Ph.D. Kegiatan dipandu oleh Dr. Marius Masri, S.E., M.Si.

Rektor UNWIRA, P. Dr. Setafnus Lio, SVD., S.Fil., MA., dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema seminar sangat relevan dengan perkembangan pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja saat ini.

“Perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki pengetahuan teoretis, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, inovatif, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja,” ujarnya.

Baca Juga: Mahasiswa UNWIRA Lolos PKM-PM 2026 Lewat Program Bank Sampah Liliba

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan Outcome-Based Education (OBE) penting diterapkan karena berfokus pada capaian pembelajaran dan kompetensi mahasiswa. Selain itu, UNWIRA saat ini sedang melakukan pengembangan kurikulum di seluruh program studi guna meningkatkan mutu pendidikan.

“Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tataran diskusi akademik semata, tetapi menghasilkan rekomendasi konkret bagi pengembangan kurikulum yang lebih responsif dan berdaya saing global,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, ia berharap FEB dapat menjadi pelopor dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik serta mampu menjadi agen transformasi ekonomi dan pembangunan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Werner Ria Murhadi, S.E., M.M., CSA., CIB., CRP., yang hadir secara daring menekankan pentingnya transformasi kurikulum agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan tantangan ekonomi masa depan. Menurutnya, pendekatan OBE penting karena dapat mendorong pembelajaran yang lebih adaptif melalui metode project based learning dan case based learning.

“Program studi harus mampu membangun kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Baca Juga: LPPM UNWIRA Perkuat Budaya Menulis Dosen Melalui Pelatihan Buku Referensi dan Monograf

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kemampuan literasi digital, computational thinking, pengambilan keputusan, kreativitas, dan inovasi bagi lulusan ekonomi di masa depan. Menurutnya, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi lulusan yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan perkembangan global.

Senada dengan itu, Theresia M. Florensia, S.E., M.Ec.Dev., turut menegaskan pentingnya kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan berkelanjutan di NTT. Ia menjelaskan bahwa masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang ekonomi hijau, ekonomi biru, dan ekonomi digital.

Ia menilai pendekatan OBE penting diterapkan agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis persoalan pembangunan daerah secara nyata.

“Kurikulum yang didesain hanya oleh akademisi tanpa masukan pemerintah dan industri berisiko melahirkan lulusan yang pintar di kelas, tetapi kesulitan di lapangan,” pungkasnya.

Melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE), FEB UNWIRA berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan ekonomi daerah maupun global. (nm/ys/ms)